2017, Pasaman Barat Tekan Angka Peredaran Narkoba

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi. Foto : Internet
Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi. Foto : Internet

Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) selalu mewaspadai peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Sebagai bentuk penyelematan agar tidak menjamah anak-anak dan remaja. Dibuktikan dengan mengungkap 25 kasus di 2017.

Sejumlah kasus tersebut meliputi 28 laki laki dewasa, 26 wanita dan satu anak. Kasus tersebut menurun dibandingkan 2016 yakni 38 kasus meliputi 48 laki laki, satu anak, satu wanita dan satu DPO. Data tersebut berdasarkan catatan penyidik Mapolres Pasaman Barat.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Pasbar AKP Aleyxi Aubeyddilah mengatakan, walau terjadi penurunan tetap waspada. Polres mengandeng organisasi pemuda, ninik mamak, dan unsur Muspida untuk meminimalisir peredaran barang haram tersebut.

Ia mengatakan dari sejumlah kasus yang merek tangani, jika rata-rata pelakunya berusia 20-40 tahun dan status pekerjaan penganguran, terpaksa melakukan hal ini guna memenuhi kebutuhan hidup.

Saat ini perekonomian di Indonesia masih sangat sulit, sehingga mencari jalan pintas guna memehuni kebutuhan ekonomi tersebut bagi keluarga.

Upaya tersebut juga disokong BNK Pasaman Barat. Seperti dikemukakan Kepala BNK Yulianto, penekanan itu guna merawat daerah dan menyelamatkan generasi muda.

Jika terus dilakukan pembiaran, maka daerah Pasaman Barat akan jelek di mata publik serta merusak citra.

“Mari jaga anak-anak agar terhindar dari barang haram tersebut, karena itu merusak dan berdampak pada ekonomi sehingga menjerumuskan insan muda ke lembah hitam, tentunya dengan berlaku tindak kriminal,” ujarnya.

Wakil Bupati ini pun mengimbau, untuk bersama-sama menyelematkan generasi dan daerah dari bahaya narkoba. Peran dari setiap stakeholder sangat dibutuhkan. Agar daerah aman dan terbebas akan peredaran narkoba.