4 Tahun Usulan TBBO Sawahlunto Jadi Warisan Budaya Dunia Menuju Evaluasi final

"ICOMOS Lakukan Evaluasi Final, Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Sawahlunto Sebagai Warisan Budaya Dunia"

Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit saat memimpin acara Rapat Evaluasi Teknis Tambang Batu Bara Ombilin di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar, Senin (3/9/2018).

 

PADANG, KABARSUMBAR – Selama kurang lebih 4 tahun proses pengusulan Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Sawahlunto, Sumatra Barat, yang merupakan satu-satunya situs diusulkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menjadi bagian Warisan Budaya Dunia tinggal selangkah lagi menuju evaluasi final.

Hal tersebut karena, tim International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), salah satu dari tiga organisasi penilai formal yang diberi mandat oleh UNESCO untuk melakukan evaluasi terhadap situs-situs yang diusulkan sudah sampai di Kota Padang.

Pihak ICOMOS akan melakukan evaluasi final terhadap TBBO Sawahlunto, satu-satunya situs yang diusulkan Pemerintah Republik Indonesia kepada UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti mengatakan evaluasi dilaksanakan sejak Senin (3/9) hingga 7 September mendatang akan dievaluasi langsung oleh ICOMOS.

“Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi terakhir dan situs TBBO bisa segera ditetapkan sebagai warisan wisata dunia,” ujar Gemala pada acara Rapat Evaluasi Teknis Tambang Batu Bara Ombilin di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar, Senin (3/9/2018).

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar Nurmatias mengungkapkan tim ICOMOS yang dikepalai Sarah Janes Brazil nantinya akan mengunjungi sejumlah titik yang terkait dengan seluruh proses produksi dan distribusi batu bara dan akses-akses transportasinya dari Kota Sawahlunto ke Teluk Bayur.

“Jadi nanti ICOMOS akan kunjungi Silo Teluk Bayur, Stasiun Kayu Tanam, Jembatan Tinggi di perbatasan Kota Padang panjang-Kabupeten. Padang Pariaman, Stasiun Solok, Sungai Lasi,” paparnya.

Kunjungan ke titik-titik tersebut, urai Nurmatias, karena memang dalam usulannya, wilayah situs TBBO dikembangkan hingga ke luar Sawahlunto.

Selain agar seluruh keunikan historis dan teknis TBBO dari hulu hingga hilir dapat tergambar dengan baik, juga agar manfaat yang dirasakan dengan penetapan situs TBBO sebagai Warisan Budaya Dunia nantinya tak hanya berdampak bagi Kota dan masyarakat Sawahlunto saja, namun juga bagi Sumbar.

“Karena kalau cuma buat Sawahlunto, belum berkontribusi ke Sumbar. Ini yang coba kita upayakan. Mudah-mudahan tambang batu bara ini bisa dimanfaatkan untuk semua dan berkontribusi untuk kesejahteraan Sumbar,” terangnya.

Atas dasar itu, Nurmatias meminta Pemprov Sumbar untuk membantu mengoordinasikan Kabupaten/Kota yang tercakup dalam kawasan TBBO, mencakup, Kota Solok, Kab. Solok, Kab. Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kab. Padang Pariaman, dan Kota Padang.

“Kami harap Wagub sebagai Pemprov untuk mengoordinasikan Kabupaten/Kota ini agar leading sektornya tak hanya Sawahlunto melainkan ke tujuh daerah ini karena telah menjadi bagian dari cagar budaya dunia,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di kesempatan yang sama menyebutkan agar seluruh pihak, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memberi dukungan penuh agar TBBO benar-benar dapat menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO.

“Sawahlunto tentu tidak mungkin sendiri tanpa bantuan Kabupaten/Kota tetangga. Dukungan kami harapkan jika seandainya dipertanyakan tentang kesiapan ini, tentu kita membantu dan mendukung semua agar Ombilin ini jadi heritage pertama di Sumbar,” Imbau Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga mengharapkan PT Bukit Asam dan PT KAI Divre II dapat memberikan dukungan dengan memberikan keterangan teknis yang detail kepada Tim ICOMOS jika memang dibutuhkan.

“Pasti nanti informasi akan diminta yang detail. Saya mohon dukungan kita semua,” ujarnya kepada perwakilan PT Bukit Asam dan PT KAI Divre II yang turut hadir pada kesempatan tersebut.

Sarah Janes Brazil yang juga turut hadir dalam rapat itu menyebutkan, secara umum, penilaian TBBO akan dilakukan pada dua hal, yakni, otentisitas & pengelolaan situs dan teknologi yang digunakan TBBO yang membuatnya unik dibanding situs-situs lain di dunia. Disebutkannya, ICOMOS akan memusatkan perhatian pada aspek yang pertama, otentisitas dan pengelolaan.

“Peran kami di sini adalah untuk melihat fakta-fakta di lapangan, pengelolaannya, pihak-pihak yang terkait, bagaimana koordinasinya dan telah sejauh mana, integritas, komitmen, otentisitas, melihat batasan-batasan daerahnya. Sementara untuk teknis penambangannya, untuk menilai teknologi yang digunakan yang membuatnya unik di antara situs lain di dunia akan dinilai oleh yang lain,” katanya.

Hasil penilaian ICOMOS nantinya akan dijadikan pertimbangan utama UNESCO untuk memutuskan apakah TBBO patut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Saya menyadari penominasian ini merupakan buah komitmen dan pengerahan sumber daya dari banyak pihak. Saya harap setelah kunjungan singkat kami ini, saudara sekalian (you) semakin dekat dengan tujuan dan situs ini menjadi warisan budaya dunia,” tutupnya.

(Putri Caprita)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...