Al Mukhollis Siagian: Tiga Peran Mahasiswa Menghadapi Permasalahan Ekonomi

Padang-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang menyelenggarakan Seminar Nasional Sabtu, 24/09. Seminar dengan tema Peran mahasiswa dalam menyikapi permasalahan ekonomi di Indonesia tersebut diselenggarakan di Gedung Auditorium  Prof. Kamaluddin FE UNP.

Hadir tiga pembicara yang terdiri dari Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE., MA. (Ekonom Indonesia dari Ilmuwan Akademis Universitas Andalas dan Rektor Universitas Andalas Periode 2011-2015), Ir. H. Arkadius Dt. Intan Bano, MM., MBA. (Ketua Komisi II DPRD Sumatera Barat Periode 2019-2024), dan Al Mukhollis Siagian, S.AP. (Presidium Kesatuan Aksi Rakyat Muda Indonesia).

Mewakili rakyat muda, Al Mukhollis Siagian menyampaikan tiga jalan yang mesti dilalui mahasiswa Indonesia dalam menghadapi permasalahan ekonomi yang ada. Pertama dengan bekal intelektualitasnya, hal inilah yang mesti pertama kali dimanfaatkan mahasiswa untuk menggagas sistem atau model ekonomi yang baik.

“Secara intelektual, mahasiswa harus menggagas sistem dan model ekonomi baik bersifat mikro maupun makro yang dapat menstimulus peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran negara” Sampai Khollis.

Ia memberikan contoh sebagaimana yang dilakukan Muhammad Yunus seorang Profesor di Ilmuwan Akademis Ekonomi yang mendirikan Grameen Bank (Bank Kaum Miskin) menjalankan perannya untuk mengatasi permasalahan perekonomian (khususnya busung lapar dan kemiskinan di Bangladesh).

Kemudian, menurutnya upaya yang juga mesti dilakukan oleh mahasiswa iala hadir sebagai pelaku ekonomi itu sendiri

“Mahasiswa juga harus menjadi pelaku ekonomi, membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat. Ini memiliki banyak cara, terutama di era kontemporer. Sedikit lebih pasti untuk mengurangi angka pengangguran” ucap Khollis.

Jalan terakhir yang juga mesti dimaksimalkan mahasiswa selain melalui jalan akademik dan terjun sebagai pelaku ekonomi ialah hadir sebagai pressure group.

“Terakhir, melalui pressure group (kelompok penekan). Ketika muncul berbagai kebijakan yang kurang populis dari stakeholders terhadap kondisi perekonomian masyarakat, maka mahasiswa harus menjadi kelompok penekan untuk merubah kebijakan. Pada bagian ini, jika mahasiswa malah dihadapkan dengan arogansi pemerintahan dan brutalitas aparat, chaos adalah pilihan terbaik untuk dilakukan” tutupnya.

Dalam panggung yang sama, pandangan-pandangan lain juga muncul dari pembicara yang lainnya. Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE., MA. berbicara dalam perspektif keilmuannya, Ir. H. Arkadius Dt. Intan Bano, MM., MBA dalam konteks mahasiswa sebagai agent of change, dan Pemprov Sumatera Barat melalui Biro Perekonomian mengulasi dari segi kewenangan eksekutif.