Batu Batikam dan Batu Basurek, Destinasi Bersejarah di Limo Kaum Batusangkar

Batu Batikam merupakan salah satu peningggalan sejarah di Bayusangkar. Foto: Internet

Tanah Datar – Batusangkar merupakan pusat perkembangan budaya Minangkabau sejak dari dahulunya. Tidak hanya pemandangan alam yang indah, Batusangkar juga banyak memiliki peninggalan bersejarah. Diantaranya adalah Batu Batikam dan Batu Basurek yang terletak di Limo Kaum.

1. Batu Batikam

Batu Batikam terletak di kecamatan Limo Kaum. Tanah Datar. Foto: Internet

Batu Batikam merupakan salah satu destinasi bersejarah di Limo Kaum, Batu Batikam berbentuk segitiga dengan lubang tikaman di tengahnya dengan latar belakang pohon beringin raksasa.

Terdapat batu yang hampir berbentuk segitiga terbalik terbuat dari batuan andesit dengan lubang pipih menembus batu di bagian atasnya, mirip bekas tikaman senjata tajam, sehingga disebut Batu Batikam. Batu Batikam ini berukuran tinggi 55 cm, tebal 20 cm, dan lebar 45 cm.

Batu Batikam ini berlubang karena ditikam oleh Datuak Parpatih Nan Sabatang yang berselisih paham dengan saudara tirinya yang bernama Datuak Katamanggungan.

2. Batu Basurek

Batu Basurek diperkirakan telah ada sejak 6 abad yang lalu. Foto: Internet

Batu Basurek terletak di Kuburajo-Limo Kaum. Batu ini diyakini berasal dari zaman Kerajaan terdahulu dan sudah berumur 6 abad lebih. Batu Basurek menggunakan tulisan jawa kuno dan ditulis dalam bahasa Sansakerta.

Batu ini terletak di atas makam Raja Adityawarman dengan tulisan kuno. Lebar batu basurek yaitu 25 cm dengan tinggi 8 cm, ketebalan 10 cm dan berat 50 kg.

Batu ini pertama kali ditemukan oleh seorang pakar sejarah dari Belanda bernama P. H. Van Hengst pada tanggal 16 Desember 1880. Usia batu Basurek kini sudah mencapai 650 tahun lebih.

Dari dua peninggalan sejarah ini menunjukan daerah Sumatera Barat kaya akan nilai sejarah.