Bermoduskan ‘Orang Pintar’, Kepsek Ini Lecehkan Muridnya

Kepala Sekolah yang diduga mencabuli anak muridnya saat diperiksa pihak kepolisian. Foto : Fernandez
Kepala Sekolah yang diduga mencabuli anak muridnya saat diperiksa pihak kepolisian. Foto : Fernandez
Kepala Sekolah yang diduga mencabuli anak muridnya saat diperiksa pihak kepolisian. Foto : Fernandez
Kepala Sekolah yang diduga mencabuli anak muridnya saat diperiksa pihak kepolisian. Foto : Fernandez

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bukit Sundi Kabupaten Solok berinisial KN (53) terpaksa berurusan dengan pihak berwajib, setelah dilaporkan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya.

Dari informasi dihimpun, dalam menjalankan aksi bejatnya, oknum kepala sekolah yang juga guru itu mengaku sebagai orang pintar yang bisa mengobati penyakit yang diderita anak dididiknya.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mendekati korbannya, SS (17) dan menawarkan untuk mengobati penyakit yang pernah diderita pelaku. Setelah akal bulusnya mempengaruhi korban, lantas pelaku mengajak korban ke ruangan perpustakaan sekolah.

Korban yang tak sadar niat jahat pelaku, lantas percaya dan menuruti kehendak sang kepala sekolah. Apalagi, korban menjadi yakin lantaran pernah mengalami kesurupan di Sekolah tersebut.

Melihat suasana sepi di perpustakaan, pelaku lantas mengajak korban dan lansung membuka laptop. Namun korban malah terkejut saat pelaku mempertontonkan video porno yang ada didalam laptop pelaku.

Sudah terjerat nafsu yang naik ke ubun-ubun, Kepala sekolah gaek itu langsung meraba-raba tubuh korban. Aksi pelaku akhirnya diketahui oleh pelajar lainnya yang kebetulan ke perpustakaan.

Karena takut, korban langsung kabur dan sang Kepala Sekolah lansung berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Takut aksi cabulnya terungkap, pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun.

Dari keterangan korban, perbuatan pelaku yang tidak patut dan wajar tersebut sudah terjadi lebih dari satu kali dan teman-temannya yang lain juga pernah mendapatkan perbuatan tidak wajar dari seorang tenaga pendidik tersebut.

Namun lama-kelamaan, perbuatan pelaku tercium juga. Korban yang terlihat trauma dan takut membuat keluarga korban curiga. Setelah mengetahui apa yang dialami anaknya, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bukit Sundi.

“Pelaku sudah diamankan. Kasus dugaan tindak asusila ini masih dalam pengembangan di Mapolres Solok Kota,” ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Selasa(30/1/2018).

[Fernandez]