Cegah Banjir Lahar Dingin, BNPB Rencanakan Ledakkan Batu Gunung Marapi

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir lahar dingin akibat material batu

sebaran-dampak-banjir-bandang-di-kaki-gunung-marapi-kawasan-agam-yang-sementara-menewaskan-15-orang
Sebaran Dampak Banjir Bandang di Kaki Gunung Marapi Kawasan Agam yang Sementara Menewaskan 15 Orang

Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan peledakan (demolish) batu besar material Gunung Marapi pada minggu depan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir lahar dingin akibat material batu yang menyumbat aliran air sungai.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, banyak batuan besar dengan diameter lebih dari dua meter dan berat hingga ratusan kilogram berserakan di jalanan setelah menghantam bangunan di sekitarnya akibat galodo.

“Demolish ini diperlukan agar jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu, material batuan ini tidak menyumbat alur aliran air,” jelas Abdul.

Salah satu titik rawan yang akan dilakukan peledakan adalah di Batu Tasangkuik di Sungai Pua, Kabupaten Agam. “Hasil survei udara menunjukkan terdapat titik batuan besar dengan potensi bencana tinggi kedepannya,” ujar Abdul.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Edi Busti mengatakan masyarakat setempat telah menyetujui rencana peledakan batu tersebut. “Masyarakat tidak mempermasalahkan rencana peledakan batu tersebut karena demi kepentingan bersama,” kata Edi Busti.

Sebelumnya, BNPB telah melakukan survei udara menggunakan helikopter selama dua hari pada 23 dan 24 Mei 2024 untuk mengobservasi titik rawan galodo. Tim observasi juga terdiri dari Bupati Tanah Datar Eka Putra, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto, dan Tenaga Ahli Kepala BNPB Hery Setiono.

Survei udara ini merupakan salah satu langkah lanjutan BNPB dalam melaksanakan empat arahan kesepakatan pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Agam pada 21 Mei 2024. Empat arahan tersebut antara lain peledakan batu besar, normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan Early Warning System.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.