Damkar Anjurkan Tiap Gedung di Agam Miliki Alat Pemadam Kebakaran

Ilustrasi Alat Pemadam Kebakaran.
Ilustrasi Alat Pemadam Kebakaran. Foto : Pikiran Rakyat

Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Agam menganjurkan gedung pemerintahan pada daerah itu menyediakan Alat Pamadam Api Ringan (APAR) guna mengantisipasi secara dini terjadinya kebakaran.

Kabid Damkar Yunaidi mengatakan, setiap gedung pemerintahan hendaknya menyediakan alat racun api untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Pasalnya, kebakaran terjadi diawali kebakaran ringan.

Namun, hal itu juga harus diwaspadai agar api tidak merambat ke tempat lain. “Kita meyakini, belum semua gedung memiliki alat pemadam api, sedangkan alat tersebut sangat dibutuhkan, bahkan juga membantu menyelamatkan diri dari ancaman amukan api. Jikapun ada, tidak semuanya yang berfungsi,” kata Yunaidi.

Menurut Yunaidi, tidak hanya gedung pemerintahan, perhotelan, sekolah, rumah makan, bahkan rumah warga juga sangat diajurkan memiliki alat pemadam api seperti APAR maupun Alat Pemadam Api Tradisional.

“Kita sudah melakukan sosialisasi terhadap beberapa Puskesmas, sekolah, perusahaan, RSUD, dan PLN, guna meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan, perawatan dan peletakannya” jelas Yunaidi.

Disebut Yunaidi, pihaknya bakal memperluas sosialisasi kepada Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang ada dilingkungan Pemkab Agam, Kecamatan, Nagari, rumah makan, perhotelan hingga masyarakat juga dianjurkan ikut serta dalam sosialisasi tersebut.

“Memang tidak ada orang menginginkan terjadinya kebakaran. Namun, kita juga harus mewaspadainya sebelum itu terjadi,” ingatnya.

Selain itu, Yunaidi mengungkapkan, satu APAR untuk ruangan seluas 20 meter persegi. Apabila ruangan gedung banyak, cukup ditempatkan setiap ruangan yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“APAR memiliki empat jenis, yaitu APAR jenis cairan, busa, serbuk, dan karbon. Harga untuk APAR tersebut berbeda-beda sesuai kapasitasnya,” ujar Yunaidi.

Dikatakan Yunaidi, jika ada OPD atau pihak lainnya yang ingin membeli maupun mengisi ulang alat tersebut, bisa berkoordinasi dengan pihak Damkar Kabupaten Agam.

“Kita bersedia membantu membelikan atau lakukan pengisian ulang, selagi alat itu bisa berfungsi dengan baik, dan pemiliknya juga bakal diberikan pelatihan,” tutup Yunaidi.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...