Direksi Aqua Minta Maaf, Pemkab Solok Akan Mediasi Polemik Tenaga Kerja

Solok Arosuka – Bertempat di ruang kerjanya, Kamis (12/1/2022), Bupati Solok Epyardi Asda menerima perwakilan direksi Aqua.

Polemik antara karyawan pabrik Aqua Solok (Danone) PT Tirta Investama dengan manajemen mulai menemukan titik terang. Pihak Aqua meminta maaf terkait kondisi yang terjadi, dan sepakat menyerahkan penyelesaian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok diselesaikan dengan cara musyawarah.

“Kami meminta maaf dengan apa yang telah terjadi ini, dan ini juga pelajaran bagi kita semua. Kami yakin dengan niat baik dari pak bupati dan jajaran kami siap untuk menyerahkan penyelesaian ini secara lokal yakni kepada Pemkab Solok. Kami tahu pak bupati tidak ingin masyarakatnya susah dan juga sebaliknya agar kami bisa menjalankan usaha dengan baik,”tutur Vice President (VP) Operation Danone Aqua Rizki Raksanugraha didampingi Direktur Operasional Indonesia Bagian Barat Danone Aqua Bernas Istiqlal.
Ia juga menyampaikan sudah memanggil sejumlah karyawan atau pekerja yang diPHK tersebut untuk berdialog agar bisa kembali bekerja. Namun, tentu butuh proses.

“Niat kita semua sama, baik kami dan juga pak bupati. Dengan terjadinya masalah ini kami juga mencoba dari semua sisi menyelesaikannya sehingga membawa kebaikan bagi kita semua. Inshaallah bisa kita selesaikan semua,”tuturnya.

Ia mengakui masalah tersebut dinilai cukup rumit mencari penyelesaiannya karena tidak ada jembatannya.

“Dan alhamdulilah dengan ikutnya Pemkab Solok maka ada jalan untuk bersama-sama menyelesaikan ini,”tuturnya.

Bupati Solok Epyardi Asda mengungkapkan, karakternya dalam memimpin tidak bisa disamakan dengan bupati lain. Ia tegas dalam hal membela rakyat atau warganya. Meski banyak resiko yang mesti ia lalui termasuk saat ia membela pekerja Aqua Solok yang diPHK.

“Niat saya menjadi bupati hanya untuk mengabdi. Saya ingin berbakti dan membaiki hal yang menjadi masalah di Kabupaten Solok ini, terserah orang menilai gaya saya seperti apa,”ucapnya.

Dikatakannya, terkait masalah pekerja yang merupakan masyarakatnya ia berharap semua berjalan dengan lancar.

“Saya ingin smooth operation, saya memakai prinsip di Minangkabau maambiak rambuik dalam tapuang. Rambuik indak putuih, tapuang indak taserak. Kalau saya marah itu wajar, masyarakat saya diPHK lalu ada pejabat provinsi mengatakan Aqua yang memPHK itu sudah benar, siapa pun orangnya pasti marah mendengar ini,”kata Epyardi.

Terkait dengan penyelesaian sengketa karyawan bersama Pemkab Solok, Epyardi menyambut baik. Menurutnya sebagai kepala daerah sudah menjadi tugasnya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau memang benar-benar mau kita menyelesaikannya bersama-sama saya siap. Karena untuk menyelesaikan masalah perlu jalan dan kesepakatan agar bertemu titik penyelesaiannya. Kalau begitu kita selesaikan secara musyawarah,”tuturnya.

Dalam pertemuan dengan direksi Danone Aqua tersebut Epyardi juga menyampaikan sejumlah masukan dan keluhan dari sejumlah instansi di luar Pemkab saat berkoordinasi dengan Aqua.

“Di sini juga saya sampaikan ada beberapa masukan dan keluhan dari teman-tema instansi lain, saat mereka berkoordinasi dengan Aqua. Ini mesti diubah ke depannya. Karena hubungan antar lembaga juga diperlukan untuk tetap menjaga kondusifitas daerah,”ucapnya.