Direncanakan, Presiden Resmikan Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo. Foto : Internet

Ground Breaking pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang berada di Sicincin, Kabupaten PadangPariaman, pada pertengahan Oktober 2017 direncanakan akan dilakukan Presiden RI, Joko Widodo.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebutkan, direncakan Presiden akan berkunjung ke Sumbar pada minggu kedua, Oktober 2017.

“Jadi dari informasi dari Menteri Pekerjaana Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono. Bapak presiden akan ke Padang terkait tol Padang – Pekanbaru,” kata Gubernur sebelum memulai rapat koordinasi kedatangan di Padang, Selasa (3/10/2017).

Gubernur menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan pembangunan tol Padang-Pekanbaru, Pemprov Sumbar meminta Kabupaten dan Kota segera melakukan sosialisasi.

Bahkan untuk pembangunan fisik akan dimulai pada 2018, sementara tahapan pembebasan lahan Oktober sudah dimulai.

Sedangkan terkait untuk pembebasan lahan tersebut, pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), namun melalui dana yang diupayakan pemerintah pusat.

“Semua dananya baik fisik dan pembebasan lahan dari pusat, kita hanya untuk mendukung pembebasan lahan,” jelas Gubernur.

Dalam rencananya, pengerjaan fisik dimulai 2018 dalam tiga tahap. Tahap pertama, Padang-Sicincin, tahap kedua Pekanbaru-Bangkinang dan tahap ketiga Sicincin-Bangkinang.

Disebut Gubernur, pengerjaan itu sesuai dengan ketersediaan anggaran pada Pemerintahan Pusat.

Sementara itu, Manajer Senior Bagian Teknik Hutama Karya Dinny Surya Kencana mengatakan, pengerjaan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru akan dimulai secara bertahap.

Untuk tahap awal pengerjaan dari Padang-Duku-Sicincin dengan anggarannya sebesar Rp 6 triliun sepanjang 27 kilometer dan lebar 60 meter. Sedangkan dari Arah Pekanbaru dimulai dari Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 kilometer.

“Kita sedang menyiapkan DPPT, jika itu rampung dalam waktu dekat pengerjaan kemungkinan bisa dilaksanakan pada Februari 2018,” sebutnya.

Dikatakan Hutama, dalam DPPT nantinya akan ada trase final (garis tengah) jalan, setelah itu baru penunjukan Konsultan yang akan bekerja awal bulan Oktober, kemudian DPPT diserahkan kepada Gubernur untuk dibuatkan Penlok (penetapan lokasi).

Kemungkinan, kata Hutama, ada perubahan trase dari trase awal, sebab ada perubahan lebar dan trowongan. “Trowongan sekitar 7 kilometer lintasan bukit barisan arah Payakumbuh,” pungkas Hutama.

[Endra]

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...