Dispertahornak Agam Laksanakan Inseminasi Buatan

Ilustrasi ternak sapi
Ilustrasi ternak sapi. Foto : Internet
Ilustrasi ternak sapi
Ilustrasi ternak sapi. Foto : Internet

Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Peternakan (Dispertahornak) Kabupaten Agam, Afdhal menyebutkan, pihaknya perlu mengadakan usaha terpadu agar populasi ternak dapat meningkat. Salah satunya dengan cara melaksanakan Inseminasi Buatan (IB).

“Ini dilakukan mengingat meningkatnya populasi ternak, selain berdampak terhadap pemenuhan akan kebutuhan protein hewani, juga mampu berperan dalam menyejahterakan masyarakat sebagai penyedia lapangan pekerjaan,” kata Afdhal di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Kamis (11/1/2017).

Afdhal menambahkan, pihaknya menargetkan, pelaksanaan IB di Kabupaten Agam tahun 2018 sebanyak 5.818 ekor akseptor.

Dimana, akseptor itu merupakan betina produktif yang bakal menjadi sasaran untuk pelaksanaan IB atau bagi peternak yang lebih dikenal dengan kawin suntik.

“Hal itu sesuai dengan program Pemerintah Pusat, yaitu Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB),” jelasnya.

Disamping itu, Kabid Peternakan Ir. Aguska Dwi Fajra menambahkan, untuk melaksanakan pelayanan IB di Kabupaten Agam, telah disiapkan sarana dan prasarana seperti semen beku (straw) sebanyak 8.727 dosis, N2 cair empat ribu liter dan petugas aktif sebanyak 18 orang.

“Bagi peternak yang mau mengawinkan ternak sapi yang telah menunjukan tanda-tanda birahi, dapat menghubungi petugas di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Dijelaskannya, tanda-tanda birahi itu, seperti ternak sapi cenderung menyendiri, lebih sering melenguh, sering mangangkat serta mengibas-ngibaskan ekornya dan vulva mengeluarkan cairan lendir bening serta nafsu makan menurun.

“Kita mengharapkan partisipasi peternak untuk melaporkan ternaknya yang telah menunjukan tanda-tanda itu untuk dikawinkan dengan sistem IB,” pungkasnya.