Eka Putra : Potensi Wisata Sejarah Bukik Marapalam Perlu Digali Sebagai Objek Wisata Unggulan

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Dari sekian banyak potensi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat masih banyak yang belum tergali. Sehingga banyak masyarakat atau wisatawan sampai kini belum mengetahui potensi sejarah apa saja yang ada di Luhak Nan Tuo.

Salah seorang perantau yang berkiprah di pusat, Eka Putra meminta sangat perlu sinergisitas antara masyarakat dengan pemerintah untuk mengali potensi wisata sejarah yang ada di Tanah Datar. Khususnya awasan Bukik Marapalam, Puncak Pato.

”Kawasan Bukik Marapalam Puncak Pato adalah saksi sejarah, tempat dimana Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah lahir sebagai salah satu pedoman kehidupan masyarakat minang,” ucap putra asli Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara itu, kepada kabarsumbar, Rabu (14/02) kemaren.

Ia menilai, kawasan Puncak Pato bukan hanya tempat bersejarah namun juga merupakan tempat wisata yang memiliki keindahan alam yang asri. Katanya, selama ini Tanah Datar hanya dikenal dengan wisata sejarah Istano Basa Pagaruyung, belum banyak yang mengetahui letak dan lokasi Bukik Marapalam di Puncak Pato.

“Ini sangat butuh perhatian kita bersama, agar potensi Puncak Pato dapat menumbuh kembangkan pariwisata Tanah Datar, kawasan ini harus digali sebagai kawasan wisata sejarah yang terkelola dan memiliki tata lokasi yang sesuai dengan sejarahnya,” kata Eka Putra.

Anak muda yang dikenal dekat dengan keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berharap, dalam mengembangkan kearifan lokal itu masyarakat sekitar juga harus menyadari jika sejarah besar pernah ada di Bukik Marapalam ini, sejarah itu yang terus dibesarkan agar mampu menarik kunjungan ke Puncak Pato.

“Sudah selayaknya kawasan Puncak Pato memiliki site plan tata letak yang sesuai dengan sejarah dan kehidupan masyarakat sekitar, untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata yang harus dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” tutur pengusaha nasional itu.

Menurutnya, pariwisata yang dikenal sebagai industri yang ramah lingkungan, dan juga salah satu keunggulan daerah meningkatkan PAD, juga sering disebut sebagai industri tanpa cerobong asab jika dibandingkan dengan industri lainnya yang banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Panorama puncak pato sebagai obyek yang memiliki keindahan alam tersendiri, sejarah yang besar. Sudah selayaknya dijadikan tempat pariwisata di Kabupaten Tanah Datar yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan juga daerah,” pungkas Wakil Bendahara Pusat Partai Demokrat ini.(ddy)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...