FEKDI Sumbar : Targetkan 12 juta merchant QRIS

  • Bagikan

Bukittinggi – Wakil Walikota Marfendi hadiri acara puncak Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) Sumatera Barat yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat, Padang.

Selain dihadiri para kepala daerah se-Sumatera Barat, acara tersebut juga mengundang perwakilan UMKM binaan Bank Indonesia serta perwakilan perbankan, Jumat 9 April 2021.

FEKDI merupakan bagian dari kampanye kantor Perwakilan BI dalam perluasan program elektronifikasi pembayaran di daerah meliputi, pengelolaan implementasi dan perluasan program elektronifikasi pembayaran, serta pengkoordinasian, kerjasama, dan edukasi dalam rangka fasilitasi serta perluasan program elektronifikasi pembayaran di daerah.

Kampanye ini merupakan kesepakatan Bank Indonesia dengan empat kementerian sebagai bagian dari upaya mengejawantahkan amanat Perpres No.82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Untuk tahun 2021, kantor Perwakilan BI menargetkan pencapaian 12 juta merchant Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dan peningkatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) serta pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Gubernur Sumbar dalam sambutannya yang disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Benni Warlis, dalam press release menyampaikan, Pemrov serta Pemkab/Pemko se-Sumatera Barat siap untuk mewujudkan program digitalisasi daerah, yang salah satunya dengan melaksanakan Elektronifikasi Pembayaran Pemda (ETP).

” Program ini perlu disosialisasikan lebih masif lagi dengan dukungan perbankan di Sumbar, terutama untuk penerapan QRIS kepada para pelaku usaha,” terangnya.

Pada acara puncak FEKDI tersebut, Wawako Marfendi bersama 11 kepala daerah lainnya di SumbarĀ  menandatangani SK Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah kabupaten/kota sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah di Sumatera Barat dalam pelaksanaan program ETP.

Wawako Marfendi mengatakan, Pemko Bukittinggi telah menerapkan transaksi keuangan elektronik pada beberapa transaksinya, seperti penggunaan e-money pada pintu masuk obyek wisata.

” Penerapan ETP pada obyek wisata diperkirakan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga dapat mencegah tindak korupsi,” tuturnya.

Penerapan ETP oleh Pemko akan ditambah secara bertahap. Harapannya ke depan semua transaksi masyarakat di Bukittinggi sudah menggunakan e-money.

Penulis: EdwarEditor: Meliana Gusti
  • Bagikan