Ragam  

Galapagos Serukan Pesan Perdamaian

PADANG, KABARSUMBAR – Perkumpulan Galapagos merupakan Alumni SMA Negeri 1 Padang yang saat menjadi siswa adalah anggota Siswa Pecinta Alam Galapagos.

Setelah tamat sekolah, mereka terus kukuh dengan Galapagos-nya dan waktu berjalan akhirnya mereka bersepakat membentuk Perkumpulan Galapagos berbadan hukum dengan anggota tercatatnya 500 sampai 1000-an anggota.

“Sudah 34 angkatan Galapagos rata-rata setiap angkatan anggotanya 35 orang,”ujar Humas Galapagos Adri Irwan di J-Six Cafe, Padang, Senin (1/10/2018).

Saat tahun politik saat ini, Galapagos juga memberikan pembelajaran politik damai dan harmonis, Dimana mengenalkan anggotanya mencaleg kepada publik, bertajuk Galapagos Untuk Bangsa.

“Kegiatan ini sebagai ajang kami insan Galapagos mengenalkan anggota yang menjadi Caleg pada Pemilu 2019,”ujar Sutan Rusman.

Menurut Sekretariat Jenderal (Sekjen) Galapagos Ilham Adelano Azre, akademisi FISIP Unand Padang, ada 11 Anggota Galapagos yang menjadi Caleg di Pemilu 2019.

“Dan itu menyebar di berbagai partai politik peserta Pemilu 2019, berbagai tingkat lembaga perwakilan rakyat,”ujar Azre.

Ini dia anggota Galapagos yang menjadi Caleg untuk Pemilu 2019:

1. Cipta Panca Laksana (Demokrat/ DPR RI Dapil Sumbar II nomor urut 3)

2. Shofwim Shofwan (Nasdem/DPR RI Dapil Sumbar I nomor urut 8)

3. Malinda Rose (Nasdem/DPRD Sumbar Dapil Sumbar 1 nomor urut 2)

4. Suresman Riad (PAN/ DPRD Padang Dapil Padang IV nomor urut 5)

5. Irawati Meureksa (PAN/ DPRD Padang Dapil Padang IV nomor urut 2)

6. Reni Kurniawati (Gerindra/ DPRD Kota Padang, Dapil Padang III nomor urut 2)

7. Ade Aries Gunawan (Perindo/ DPRD Padang Dapil 5 nomor urut 4)

8. Rahayu Purwanti (PKS/DPRD Sumbar Dapil Sumbar I nomor urut 3)

9. Fefrizal (PKB/DPRD Kota Padang Dapil Padang IV nomor urut 2

10. Wahyu Hidayat (Gerindra/DPRD Padang, Dapil Padanf V nomor urut 5)

11. Aulya Rivai (PKB/ DPRD Sumbar, Dapil Sumbar IV nomor urut 7)

Ketua Perkumpulan Galapagos, Opim pastikan mesti anggota beda Parpol mencaleg tapi persaudaran tetap utama.

“Bagi kami, beda pilihan politik, pekerjaan dan profesi tidak soal, karena kami adalah saudara tidak sedarah,” ujar Opim.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.