Gubernur Sumbar Usul Penambahan Pintu Air PLTA Koto Panjang

Foto : internet

PangkalanBanjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, pada Rabu (28/12/2023) malam, berdampak luas terhadap masyarakat. Sebanyak 10.000 warga terdampak, 1.000 rumah terendam, dan 2 orang meninggal dunia.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengunjungi Kabupaten Limapuluh Kota pada Kamis (29/12/2023) untuk menyalurkan bantuan dan melihat langsung kondisi warga terdampak.

Dalam kunjungannya, Mahyeldi menyampaikan bahwa banjir yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain curah hujan yang tinggi, kondisi geografis yang berbukit, dan adanya sedimentasi di Sungai Batang Agam.

“Pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah penanganan banjir,” kata Mahyeldi.

Salah satu langkah penanganan banjir yang akan dilakukan adalah menambah pintu air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.

“Kami akan mengusulkan penambahan pintu air di PLTA Koto Panjang kepada pemerintah pusat,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, penambahan pintu air di PLTA Koto Panjang akan membantu mengendalikan debit air Sungai Batang Agam.

“Dengan penambahan pintu air, maka debit air Sungai Batang Agam dapat dikendalikan, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir,” kata Mahyeldi.

Selain menambah pintu air, pemerintah juga akan melakukan perbaikan infrastruktur di daerah-daerah rawan banjir.

“Kami akan melakukan perbaikan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan saluran air,” kata Mahyeldi.

Pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir, baik berupa bantuan logistik, bantuan sembako, maupun bantuan renovasi rumah.

“Kami akan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir,” kata Mahyeldi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.