Ini Kiat Perkuat Investasi di Sumbar Versi BKPM

Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot, saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan Forum Kebijakan Invenstasi Pusat dan Daerah 2018 di Hotel Mercure Padang, Kamis (19/7/2018).
Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot dalam kegiatan Forum Kebijakan Invenstasi Pusat dan Daerah 2018 di Hotel Mercure Padang, Kamis (19/7/2018).

PADANG, KABARSUMBAR – Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Yuliot mengatakan, untuk memperkuat investasi perlu dibangun infrastruktur penunjang, agar menjadi salah satu penunjang penarik investor.

“Pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, saat ini tengah dikerjakan di Sumbar tentu akan berimbas kepada kelancaran perekonomian seperti proses pengiriman barang hasil produksi dari Sumbar akan semakin lancar,” kata dia.

Kemudian kata Yuliot, untuk menambah kelancaran dari pengiriman barang produksi yang datang dari luar atau dalam Sumbar perlu dilakukan pembenahan pelabuhan untuk membongkar muat kontainer.

Di sisi lain, dia menyebutkan, agar perkembangan investasi di Sumbar semakin meningkat perlunya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menerima investor yang masuk agar tidak terjadi penolakan sehingga nantinya akan menghambat investasi.

Contohnya, Sumbar merupakan penghasil CPO di Indonesia. Namun, kendala yang terjadi di lapangan saat membangun pabrik CPO, adanya penolakan dari masyarakat sekitar.

Dengan adanya investasi memberikan bantuan untuk pembangunan suatu daerah, masyarakat bisa merasakan berbagai manfaatnya. “Bisa buat warung atau menyewakan rumah tinggal bagi karyawan, adanya pembangunan hotel baru dan masyarakat bisa menjadi suplier untuk kebutuhan hotel atau saran investasi,” terangnya.

Dari sektor pariwisata, Yuliot memandang Sumbar sangat gencar dalam hal promosi. Bahkan, jumlah wisatawan yang berkunjung untuk berselancar ke salah satu daerah di Sumbar mencapai 80 persen dibandingkan daerah lain.

“Ini merupakan peluang yang bagus untuk menarik investor berinvestasi dan mesti menjadi perhatian pemerintah daerah. Apapun yang menghambat segera diselesaikan, sehingga peningkatan kunjungan wisata akan berdampak kepada investor yang masuk ke Sumbar dan perkonomian mengalami peningkatan,” ujarnya.

Kemudian dari segi investor pihaknya mengatakan jangan hanya memandang investor dari luar atau dalam negeri saja, tetapi mesti mengali potensi investor dari masyarakat yang ada di daerah tersebut. Sebab, masyarakat sekitar tentu ada yang ingin berinvestasi untuk membangun daerahnya sendiri.

(Putri Caprita)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...