Irwan Prayitno : Humas Pemerintah Ujung Tombak Melawan Berita Hoax

Gubenur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bakohumas Provinsi Sumbar di Gedung Roehana Koeddoes, Kamis (1/11/2018).
Gubenur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bakohumas Provinsi Sumbar di Gedung Roehana Koeddoes, Kamis (1/11/2018).

 

PADANG, KABARSUMBAR – Gubenur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan Hubungan Masyarakat (Humas) pemerintah atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan menyampaikan informasi termasuk pembangunan, kebijakan dan lainnya merupakan ujung tombak dalam melawan serta memberantas berita hoax.

Dikatakannya, humas harus memiliki relasi dan komunikasi yang baik dengan media massa serta mesti berperan aktif mengawasi segala bentuk pemberitaan berkembang. Agar masyarakat tidak termakan isu dari beredarnya berita hoax atau tidak benar.

“Ini sudah tugas humas dalam mengawasi situasi kondisi terkini. Jangan sampai masyarakat termakan dan mengkonsumsi isu hoax atau tidak benar,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bakohumas Provinsi Sumbar di Gedung Roehana Koeddoes, Kamis (1/11/2018).

Peran bidang humas di lingkungan lembaga atau instansi sangat penting, dan tidak boleh diabaikan. Pasalnya, Humas merupakan corong informasi utama pemerintahan bagi publik.

Berdasarkan hal itu kata Irwan, Humas harus profesional dalam bekerja, dan proporsional dalam menyajikan informasi. Serta harus bisa membangun komunikasi dengan semua pihak, sehingga segala kebijakan dan program pemerintah bisa disajikan bagi khayalak ramai seperti menjalin komunikasi yang baik dengan media maupun wartawan.

“Peran Humas dalam rangka menyampaikan kebenaran untuk percepatan pembangunan tidak boleh disepelekan, jika salah dalam memberikan informasi, akan terjadi kesalahan dan kegaduhan di tengah masyarakat,” paparnya.

Seperti dalam menindaklanjuti isu hoax tentang pemerintahan. Humas mesti dapat meluruskannya kepada awak media dan kemudian media mengkonfirmasi kebenarannya.

“Humas jangan diam, harus proaktif, berdiri tegak, obyektif dan tidak boleh berpolitik, serta apa adanya dalam menyampaikan informasi, termasuk menangkal hoax dengan menyajikan informasi yang sebenarnya. Apalagi saat ini banyak media yang menyebar hoax, tanpa data dan tanpa dasar yang benar,” ungkapnya.

Terakhir pihaknya berpesan, agar pihak Humas jangan mudah terprovokasi dan memprovokasi. Melainkan perlu melakukan sosialisasi kepada khalayak dan media yang ada, baik cetak, online, maupun media elektronik. Masyarakat harus dewasa, dan matang dalam menyikapi informasi yang ada. Jangan ditelan mentah-mentah.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Jasman menyebutkan saat ini pemberitaan hoax sering terjadi di media sosial. Apalagi, menjelang Pilpres dan Pileg 2019. Agar masyarakat tidak terpengaruh humas mesti berperan serta memberikan informasi yang menyejukan.

Selain itu, Ia menyebutkan media harus memberikan informasi yang objektif dan kritikan yang membangun, bukan menghujat. “Kami menginginkan kritik yang membangun dan memberikan solusi. Kalau tidak ada solusi berarti itu menghujat,” tegasnya.

Terakhir, Jasman menambahkan peran humas dalam hal ini sangat penting. Tidak saja antar organisasi, stakeholder dan masyarakat umum saja, humas mesti memberikan informasi yang akurat kepada media serta menjalin hubungan yang baik sesama humas di seluruh Kabupaten/Kota.

(Putri Caprita)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.