Kabur 9 Bulan, Polres Solok Kota Berhasil Meringkus Pelaku Pembunuhan Marbot Masjid

Solok Kota – Pelarian panjang selama lebih kurang 9 bulan “WN” alias Bayu (27) warga Koto Panjang, Kota Solok yang menjadi buronan Polisi akhirnya berakhir.

Pelaku tindak pidana dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban Meldianto (45) tewas dengan sejumlah luka akibat senjata tajam pada tanggal 16 Maret 2022 lalu, berhasil diciduk Petugas di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kapolres Solok AKBP Ahmad Fadilan dalam konferensi Pers (15/12/2022) menyampaikan kronologis berawal ketika pelaku dan korban sedang berjalan berpapasan dan membuat tersangka tersinggung kemudian terjadi pemukulan dan akhirnya berakibat penusukan yang dilakukan oleh pelaku kepada korban yang melukai bagian kepala dan jari korban.

Korban adalah Meldianto (45), kesehariannya berdagang sekaligus menjadi marbot di masjid yang berlokasi tidak jauh dari rumah korban.

Lebih lanjut Kapolres Solok Kota AKBP Ahmad Fadilan menuturkan kasus ini sempat viral dan menjadi atensi publik disebabkan korban akhirnya meninggal setelah dirawat dan dirujuk ke Rumah Sakit M Jamil Padang, (23/3/2022).

Pelaku melarikan diri dan dalam pengejaran petugas selalu berpindah pindah, mulai dari Kabupaten Sijunjung pindah ke Jakarta dan selanjutnya ke Jawa Tengah dan kembali lagi ke Jakarta dan dalam pelariannya selama 9 bulan akhirnya (11/12/2022) pelaku terdeteksi di Brebes Jawa Tengah.

“saya sebagai Kapolres telah perintahkan Kasatreskrim dan jajaran untuk melokalisir pelaku dan bekerjasama dengan aparat kepolisian setempat di Polres Brebes dan Alhamdulilah kita berhasil menangkap tersangka,” Ungkap Ahmad Fadilan.

Kapolres Solok Kota juga menambahkan bahwasanya pelaku merupakan mantan residivis sudah 3 kali melakukan kejahatan, terbukti dan sudah diproses hukum sampai inkrah.

Tersangka pernah melakukan pembunuhan pada tahun 2014 di Teluk Kuantan Provinsi Riau dan dihukum 6 Tahun, setelah bebas penjara tersangka melakukan tindak pindana penganiayaan di Kota Solok 2018 dan dihukum penjara 10 Bulan, selanjutnya setelah bebas tersangka kembali melakukan tindak pidana Curanmor dan dihukum 5 Tahun.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Pelaku di jerat pasal 354 Juncto Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 Tahun.