Kasus First Travel, Ratusan Calon Jemaah Asal Padang pun Jadi Korban

First Travel.
First Travel.

Korban dari kasus penipuan First Travel di Sumatera Barat mencapai 569 orang. Kasus ini mencuat setelah Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari, pemilik First Travel ditangkap kepolisian atas laporan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah.

Salah seorang agen yang bekerjasama dengan First Travel, Amna menyebutkan, jika jemaah yang berencana diberangkatkan olehnya mencapai 130 orang.

Diakui Amna, jika kasus tersebut membuat ia bersama 11 agen lainnya di Padang merasa kecewa terhadap manajemen perusahaan travel umrah tersebut.

Pasalnya, ratusan calon jemaah yang mendaftar kepadanya secara bertubi-tubi mempertanyakan terkait Reschedule (jadwal ulang) keberangkatan. Bahkan, para jemaah umrah meminta agar uang yang telah mereka setorkan untuk dikembalikan.

“Saya disamping orang yang kecewa dengan hal ini, saya juga orang yang terzolimi, dimana orang-orang datang ke rumah dan sebagian mengirimkan pesan-pesan ke WA,” kata Amna saat ditemui dikediamannya diseberang Gedung Asrama Haji Tabing, Parupuk Tabing, Padang.

Lanjut Amna, biaya masing-masing calon jemaah yang diambil sekitar Rp 14 juta setiap orang. Dimana, jumlah itu diluar koper yang dipesankan dari pabrik. Bahkan, itu tidak termasuk dalam manajemen First Travel.

Biaya tambahan juga dibebankan kepada para jemaah dan sudah termasuk manasik. Amna bersama 11 agen lainnya hanya meminta pihak perusahaan perjalanan ibadah umrah yang kini berurusan dengan Mabes Polri supaya mengembalikan uang para jemaah.

“Kami meminta agar uang itu direfund seratus 100 persen bagi jemaah yang prerschedule dan memberangkatkan dengan membiayai 100 persen para jemaah yang memang sudah dapat diberangkatkan,” sebut Amna.

Selain itu, menurut Amna, kejadian ini merupakan pengalaman paling pahit yang menerpanya. Pasalnya, baru pertama sekali mengalami hal seperti ini.

Karena, pada awalnya bergabung atas rekomendasi dari saudaranya yang berada di Jakarta pada tahun 2015, semua berjalan dengan baik.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...