Kebiasaan yang Tidak Boleh Dilakukan Wanita Minangkabau

Perempuan Minangkabau juga disebut Limpapeh Rumah Nan Gadang. Foto: Kumparan

Padang – Minangkabau dikenal dengan adat istiadat dan budaya yang lekat. Selain mempunyai petatah petitih dan nasehat, Minangkabau juga erat dengan aturan yang berdasarkan syarak dan kitabullah. salah satunya, kebiasaan yang tidak boleh dilakukan wanita Minangkabau.

Jika dipelajari lebih dalam lagi tentang Minangkabau, kita akan menemui makna yang mendalam tentang kehidupan yang agamis, tertib dan teratur dalam kehidupan sehari-harinya, terutama bagi kaum wanita. Kaum wanita di Minangkabau nantinya akan diberi kedudukan yang istimewa yaitu bundo kanduang yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Berikut kebiasaan yang tidak boleh dilakukan oleh wanita Minangkabau.

Minangkabau menganut sistem garis keturunan Ibu atau Matrilineal. Foto: Langgam

1. Sumbang Duduak (duduk)

Bagi wanita Minangkabau duduk yang sopan adalah bersimpuh, tidak boleh bersila seperti laki-laki, apalagi berjongkok atau menengakkan lutut. Apabila duduk di atas kursi duduklah dengan menyamping, paha dirapatkan. Jika berboncengan janganlah mengangkang.

2. Sumbang Jalan

Wanita Minang jika berjalan haruslah berkawan, tidak boleh jalan sendirian dan jangan berjalan tergesa-gesa apalagi menendang-nendang. Jika berjalan sama laki-laki berjalanlah dibelakangnya dan jangan menghalangi jalan ketika bersama dengan teman sebaya.

3. Sumbang Tagak

Wanita Minang tidak boleh berdiri di depan pintu atau di tangga. Jangan berdiri dipinggir jalan apabila tidak ada orang yang dinanti dan jangan berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrim

4. Sumbang Caliak

Kurang sopan seorang wanita Minang suka menatap pandangan lawan jenisnya, lebih baik alihkan pandangan pada yang lain atau lebih baik menunduk dan melihat kebawah. Dan dilarang wanita Minang melihat jam ketika ada tamu.

5. Sumbang Kato

Wanita Minang tidak boleh berkata kasar, berkatalah dengan lemah lembut dan sedikit-sedikit agar orang paham maksud apa yang kita katakan. Orang Minang tidak boleh menyela atau memotong pembicaraan orang, dengarkan dahulu hingga selesai.

6. Sumbang Makan

Bagi orang Minang janganlah makan sambil berdiri, dan apabila makan dengan tangan maka genggamlah nasi dengan ujung jari, bawa ke mulut secara pelan-pelan dan jangan membuka mulut lebar-lebar. Dan ketika makan dengan sendok jangan sampai sendok beradu dengan gigi.

Jika wanita Minang mampu menjaga diri dari kebiasaan ini, kecantikannya terpancar dan sampai kapanpun tidak akan pernah pudar.