Kelangkaan Pupuk Masih Hantui Petani di Solok

Bupati Solok, Gusmal di kegiatan Halal Bi Halal Dinas Pertanian Kabupaten Solok.
Bupati Solok, Gusmal di kegiatan Halal Bi Halal Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Foto : Fernandez
Bupati Solok, Gusmal di kegiatan Halal Bi Halal Dinas Pertanian Kabupaten Solok.
Bupati Solok, Gusmal di kegiatan Halal Bi Halal Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Foto : Fernandez

Kabupaten Solok – Kelangkaan pupuk menjadi suatu persoalan tersendiri bagi petani yang berada di Kabupaten Solok. Hal ini pun mempengaruhi terhadap hasil panen mereka, terutama dalam sektor padi.

Bupati Solok, Gusmal menilai, jika kelangkaan itu merupakan kelalaian dari para petani. Menurutnya, petani sering mengisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan.

Padahal, menurut Gusmal, RDKK merupakan dasar dalam penetapan jatah pupuk bersubsidi bagi petani. “Ada pula petani yang sudah merasa kaya, enggan untuk mengisi RDKK, sehingga terjadi pengurangan jatah. Jadi wajar kalau pupuk sering tidak cukup,” kata Gusmal di Kabupaten Solok.

Sedangkan persoalan lain ialah distribusi pupuk itu sendiri dari produsen yang belum mampu memenuhi kebutuhan di Kabupaten Solok. Idealnya kata Bupati sudah disalurkan sebanyak 75 ribu ton pupuk di Kabupaten Solok.

Namun hingga saat ini baru terpenuhi sebanyak 40 ribu ton. “Jadi persoalannya juga adanya ketiadaan pupuk di tingkat produsen yang akan disalurkan ke petani di daerah kita ini,” tuturnya.

Sedangkan untuk mengatasi adanya permainan dalam distribusi pupuk ini, pihaknya akan meminta Komisi pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk bekerja maksimal agar kebutuhan pupuk tidak langka di tingkat petani.

“Ini yang sering dikeluhkan oleh petani, distributor sering mempermainkan diatribusi pupuk. Makanya peran KP3 ini harus dimaksimalkan dalam mengawasi distribusi agar sampai ke petani,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Admaizon menyebutkan, selain memaksimalkan potensi padi sawah, pihaknya saat ini juga fokus mengembangkan peningkatan produksi bawang merah.

Bahkan selain bawang merah, kabupaten Solok juga ditargetkan sebagai sentra penghasil bawang putih untuk wilayah sumatera oleh kementerian pertanian RI.

Saat ini kata dia ada sebanyak 172 penyuluh yang terdiri dari 124 PNS sisanya THL dan swadaya di kab. Solok yang akan diberdayakan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kab. Solok.

“Kita berharap, target swasembada beras yang di targetkan oleh pemerintah pusat pada 2045 mendatang bisa tercapai,” kata Admaizon.

[Editor : Ikhwan]