Kemenko Perekonomian Bantu Program ‘Save Maninjau’

Kunjungan rombongan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Jajaran Pemkab Agam saat meninjau lokasi Danau Maninjau
Kunjungan rombongan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Jajaran Pemkab Agam saat meninjau lokasi Danau Maninjau. Foto : Istimewa

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan siap membantu mendukung program penyelamatan ‘Save Maninjau’.

Demikian disampaikan, Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, saat melakukan kunjungan lapangan ke Danau Maninjau, guna melihat langsung kondisi danau, Jumat (8/9/2017).

Dida tak datang sendiri, ia juga membawa empat kementerian lainnya diantaranya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pekerjaan Umum dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Dida Gardera mengatakan, pihaknya datang ke Kabupaten Agam dalam rangka ‘Save Maninjau’ dengan komitmen mengembalikan kondisi Danau Maninjau seperti semula tanpa mematikan mata pencarian masyarakat.

“Ini bentuk perhatian dan komitmen kita bersama agar danau maninjau pulih seperti semula. Karena, Danau Maninjau merupakan satu dari 15 danau prioritas di Indonesia,” kata Dida.

Dida menilai, Danau Maninjau memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri dibanding danau lainnya. Pasalnya, di samping danau sebagai aspek pariwisata dan memiliki spesies ikan yang langka, danau juga difungsikan sebagai kelangsungan hidup masyarakat setempat seperti petani Keramba Jala Apung (KJA), yang merupakan mayoritas mata pencarian masyarakat danau.

Akibat terlalu banyaknya jumlah KJA, akibatnya merusak lingkungan dan perairan danau, disebabkan pengendapan sisa pakan ikan.

“Tentu ini menjadi dilema dan tantangan bagi kita semua. Apalagi dengan jumlah KJA yang masih banyak. Namun, kita yakini bahwa Save Maninjau bisa dilakukan tanpa mematikan mata pencarian masyarakat,” jelas Dida.

Dida meyakini, melalui pembinaan secara edukatif kepada masyarakat, secara perlahan akan bisa menerima dan memahaminya. Salah satunya, mengajak petani perairan menjadi petani darat, seperti mina padi dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Trinda Farhan menyebut, pihaknya berharap Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait bisa membantu program ‘Save Maninjau’ sehingga dengan tanggung jawab bersama itu akan terlihat aksi nyatanya.

“Terima kasih atas kunjungan dari Kemenko Perekomonian bersama jajaran kementerian lainnya. Semoga ini menjadi langkah awal kita dalam menyatukan persepsi demi kelangsungan danau maninjau lebih baik lagi,” kata Trinda.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...