Kura-Kura Gagal Berangkat ke Bandung

Petugas stasiun BKIPM Kelas I Padang saat memperlihatkan kura-kura kaki gajah yang diselamatkan dari penyelundupan di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat/Lidairak.
Petugas stasiun BKIPM Kelas I Padang saat memperlihatkan kura-kura kaki gajah yang diselamatkan dari penyelundupan di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat/Lidairak.

Seekor kura-kura kaki gajah atau dengan latinnya Manouria Emys berhasil diselamatkan dari penyelundupan oleh petugas Bandara dibantu petugas stasiun Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Padang, Jalan Raya Bandar Udara Minangkabau.

Satwa tersebut kemudian evakuasi petugas, usai pengecekan di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat melalui pintu cargo (pengiriman barang), penyelamatan tersebut berawal dari kecurigaan petugas bandara saat melakukan pengecekan terhadap kiriman itu. Minggu (24/9/2017).

Rencananya kura-kura kaki gajah itu akan dikirim ke Bandung, Jawa Barat, akan tetapi saat melewati pintu X-ray, petuga curiga terhadap benda yang berdasarkan keterangan pengiriman merupakan suku cadang sepeda motor.

Tidak ingin kecolongan sesuatu, petugas bandara berkoordinasi dengan petugas pengawas BKIPM, dan ternyata saat box berbentuk paket dibongkar, petugas mendapati seekor kura-kura kaki gajah berukuran 50 sentimeter dengan berat sekitar 25 Kg, atau dengan harga rupiah sebesar Rp2 juta.

“Dalam resi pengirimannya itu suku cadang sepeda motor, akan tetapi saat isinya dibuka ternyata berbeda. Kami pun menyita kura-kura kaki gajah itu sebagai barang bukti,” kata petugas pengawas Vandy Junesa kepada kabarsumbar, saat ditemui di kantornya, Minggu.

Petugas yang merupakan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu usai melakukan penyelamatan, kemudian melakukan investigasi terhadap pengirim dan penerima, setelah dilakukan verifikasi data ke salah satu jasa pengiriman barang terbesar di Indonesia, ternyata alamat pengirim dan penerima semua palsu.

“Kami sudah cek ke lapangan siapa pelaku pengiriman itu, akan tetapi kami tidak mendapatkan alamat lengkap aslinya, semua palsu,” sebut Vandy.

Sementara Kasubsi Tata Pelayanan Stasiun BKIPM Kelas I Padang, Rini Sardi menerangkan, jika pihaknya telah berulang kali mendapati kasus serupa, dan seakan tidak ada efek jera. Sebab, petugas bukan tidak berhasil menangkap para pelaku kejahatan dengan memperjualbelikan satwa liar secara illegal itu, namun karena keterbasan data, apalagi data selalu palsu. Tidak hanya via darat BKIPM Padang mendapat modus tersebut, via laut dan darat juga pernah dan rata-rata merupakan hewan atau ikan.

“Ya itu tadi semua pelaku melakukan aksi pengiriman dengan memanipulasi keterangan pengiriman barang,” terang Rini.

Sekadar diketahui, jika stasiun BKPIM Kelas I Padang memiliki wilayah kerja selain di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, juga memiliki wilayah kerja di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang dan Kepulauan Mentawai di Sikakap.

Stasiun BKIPM terus melakukan pengawasan, penata kelola serta perburuan terhadap para pelaku yang menyelundupkan satwa dilindungi atau satwa yang tidak memiliki keterangan izin dari balai tersebut.

Terkait peristiwa tersebut, Rini menerangkan, jika perilaku itu telah melanggar Undang-Undang No16/1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta PP No15/2002 tentang karantina ikan. Dengan ancaman kurungan tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp150 juta.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...