Langgar Disiplin, Wali Kota Padang Nonaktifkan Sekda Amasrul

  • Bagikan
Wali Kota Padang Hendri Septa. Foto : Internet

Padang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul dinonaktifkan sementara dari jabatannya oleh Wali Kota Hendri Septa. Alasan pemberhentian karena diduga melanggar disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Selasa, 3 Agustus 2021.

Hendri Septa mengatakan keputusan itu diberikan karena dirinya sebagai pembina ASN dan diduga ada pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Maka untuk itu saya berkewajiban memanggil semua ASN ini, jadi ada dugaan seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Amasrul membenarkan dirinya telah diperiksa oleh Hendri Septa. Penyebabnya karena dirinya tidak mau menandatangani surat administrasi terhadap mutasi pejabat tingkat pratama yang dinilai di luar prosedur.

Baca Juga :  Sumbar Tuan Rumah Kejurnas Drum Band 2018

“Saya dituduh telah melanggar PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS), malahan saya dinonaktifkan sekarang untuk sementara,” katanya.

Dia mengatakan tidak melanggar PP nomor 53 tahun 2010 seperti yang dituduhkan oleh Wali Kota karena dirinya tidak mau menandatangani surat administrasi yang dianggapnya di luar prosedur.

“Akhirnya saya dianggap salah, saya dianggap melanggar PP Nomor 53 Tahun 2010, berdasarkan pemeriksaan oleh tim ad hoc yang diketuai oleh wali kota,” katanya.

Menurutnya dirinya tetap diperiksa meskipun tim ad hoc itu yang pangkatnya berada di bawah dirinya. Dia tetap merasa tidak melakukan kesalahan, bahkan ia meminta wali kota mematuhi prosedur yang ditetapkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Baca Juga :  Lowongan CPNS Kota Padang 2018

Dia menjelaskan bahwa pengangkatan pejabat tinggi pratama mesti melalui prosedur KASN, namun itu tidak dilaksanakan tapi pejabatnya dilantik sehingga itu yang membuat dirinya menolak menandatangani.

  • Bagikan