DJPPR Kemenkeu Gandeng Talkactive.id Kembangkan Skill Personal Branding Karyawan

JAKARTA – Talkactive.id selalu berkomitmen untuk memberikan pengembangan softskill tidak hanya topik komunikasi namun juga capacity building dan selfdevelopment. Sehingga kembali dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI untuk berbagi seputar tips dan trik personal branding dan membangun komunikasi yang efektif.

Hingga saat ini Talkactive.id telah memiliki puluhan klien yang tersebar di Indonesia dan menghadirkan para trainer yang berpengalaman di bidangnya. Salah satu trainer di Talkactive.id adalah Puteri Indonesia Pariwisata 2016, Intan Aletrino.

Sebelum dibukanya pelatihan secara resmi, Langgeng Basuki pun mengapresiasi Talkactive.id dan berharap kerja sama akan selalu terjalin kedepannya.

“Pengalaman dua kali bekerja sama dengan Talkactive.id sangat menyenangkan dan profesional, didukung dengan para trainer yang memang ahli di bidangnya, semoga selanjutnya tidak hanya DJPPR tetapi dapat bekerja sama dengan Direktorat lain pula,” ujar Langgeng Basuki

Pelatihan ini dilakukan secara luring, yang mana sebelumnya dilakukan secara daring. Kepala Bidang Sumber Daya Manusia DJPPR, Langgeng Basuki berharap dengan bertemu langsung antara trainer dan peserta dapat membuat pelatihan berjalan lebih efektif.

“Saat masa pandemi, pelatihan dilakukan secara online, sekarang kesempatan yang baik kita dapat melaksanakan pelatihan secara offline. Saya berharap semua peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan bermanfaat untuk mendukung pekerjaan di kantor,” ungkap Langgeng Basuki di Rabu (19/10) di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.

Project Manager Talkactive.id, Nurul Endahwati mengatakan kemampuan untuk membangun personal branding dan komunikasi sangat penting dimiliki oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai lingkup pemerintahan.

“Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh para ASN di berbagai lingkup pemerintahan adalah skill komunikasi dan bagaimana membangun citra diri untuk menjaga nama baik pemerintah dan juga menghadapi perubahan,” ungkap Nurul.

Materi Personal Branding & Effective Communication pada pelatihan ini langsung dibawakan oleh Intan Aletrino, Board of Expert Talkactive.id dan Reza Firmansyah Ismail, Associate Trainer Talkactive.id yang juga bekarier sebagai PR Consultant di Ogilvy Indonesia

Nurul pun menjelaskan, selama pelatihan berlangsung  peserta diajak untuk memahami konsep dasar branding dan pentingnya komunikasi. Peserta juga diajak untuk mengidentifikasi personal branding masing-masing serta tokoh-tokoh terkenal di Indonesia.

“Talkactive.id memberikan konsep apa itu personal branding dan peserta diajak untuk mengidentifikasi personal branding yang telah dibangun serta menganalisis tokoh terkenal yang dari sisi branding sudah dikenal luas,” ujar Nurul.

Materi Personal Branding & Effective Communication pada pelatihan ini dibawakan oleh Intan Aletrino, Board of Expert Talkactive.id dan Reza Firmansyah Ismail, Associate Trainer Talkactive.id yang juga bekarier sebagai PR Consultant di Ogilvy Indonesia. Menurut Ismail, untuk membentuk personal branding tidak bisa dalam waktu yang singkat, tetapi membutuhkan proses.

“Proses membentuk personal branding tidak dapat dilakukan secara instan, butuh berbagai tahap dari self reflection sampai self awareness,” ungkap Ismail.

Peserta training  merasakan bahwa materi yang diberikan di training sangat relate dengan pekerjaan yang mereka jalani.

“Senang ya mengikuti training yang dibawakan Talkactive.id, pembicaranya membawakan materi dengan sangat baik dan materinya sangat relate dengan pekerjaan saya di kantor,” ucap Gita Theresa,

Intan menambahkan jika komunikasi efektif perlu dibangun dengan berfokus pada 3V (Verbal, Voice, Visual). Kategori Verbal adalah tulisan dan kata, sedangkan Voice merupakan bagaimana teknik mengatur intonasi, mulai dari kecepatan berbicara, volume saat berbicara, hingga power (kekuatan). Terakhir, yang paling berpengaruh adalah visual (body language).

“Komunikasi dikatakan efektif jika 3V ini dipraktikkan dengan baik. Bukan aspek verbal atau voice yang paling berpengaruh, tetapi visual atau body language yang paling berpengaruh, yaitu sebesar 55%,” jelas Intan.

Keseruan ini pun dirasakan oleh sebanyak 18 peserta yang berasal dari berbagai unit dan siap menjadi pegawai yang lebih profesional dan komunikatif.