Miris, Puluhan Warga Terkena Dampak Galodo Lintau Belum Terima Bantuan

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Sudah hampir empat bulan berlalu, bencana banjir bandang (Galodo) di Jorong Piubuh Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar menoreh duka yang sangat dalam bagi korban dan warga sekitar.

Galodo yang terjadi pada bulan Oktober 2018 lalu, merupakan bencana yang telah berlalu, namun hingga saat ini, puluhan kepala keluarga korban terkena dampak Galodo itu belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, bahkan dari pihak nagari. Kecuali hanya sembako ketika tangap darurat.

“Sejak galodo, hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah, padahal pendataan sudah dilakukan oleh pihak terkait kepada kami,” ucap Iwan (32) salah seorang warga Jorong Piubuh kepada kabarsumbar, Kamis (29/02).

Padahal katanya, bencana sudah lama berlalu, dan janji akan diberi kompensasi oleh pemerintah pun juga belum pernah terealisasi.

Iwan mengaku, jika lebih dari 4 tumpak sawah yang menjadi mata pencariannya selama ini, hanyut terbawa arus bandang yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Begitu juga dengan keluarganya yang lain, hampir dua hektar kebun jagungnya dihondoh banjir.

“Pemerintah kurang respon dengan kondisi warga disini, dalam memberikan kepastian dapat atau tidaknya bantuan kepada korban yang terkena dampak,” keluhnya.

Kepala Jorong Piubuh Haris membenarkan jika masalah bantuan selain dari sembako dari pihak pemerintah belum didapatkan oleh warga.

“Saat didata ada sekitar 100 kepala keluarga warga yang lahannya terkena aliran banjir bandang, dan pendataan itu sudah pernah dilakukan oleh pihak terkait,” sebut Haris.

Sementara itu, Walinagari Tanjung Bonai Lutfi DT. Gindo Besar mengakui jika dari yang terkympulkan di posko nagari saat galodo lalu belum di distribusikan, karena sedang berkoordinasi dengan pimpinan untuk pendistribusiannya.

Ia mengakui, jika bantuan dari nagari hanya berbentuk sembako dan mengenai dana tersebut melalui koordinasi, dimasukan ke APB Nagari tahun 2019 untuk pendistribusiannya. Seperti relokasi dan pengadaan lahannya.

“Yang dari daerah yang kita ketahui bantuan diberikan hanya kepada korban langsung sebesar Rp 5 juta per korban, Rp 10 juta untuk perbaikan rumah. Sementara korban terkena dampak belum ada,” ucap Walinagari Lutfi. (Ddy)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...