Ningsih Warga Tanah Datar Temukan Bunga Bangkai di Pekarangan Rumahnya

Ningsih Warga Tanah Datar saat memperlihat bunga raflesia arlnoldi
Ningsih (48) warga Nagari Limo Kaum, Balai Labuah Bawah, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar saat memperlihat Bunga Rafflesia yang tumbuh diperkarangannya. (Reyhan). 

 

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Ningsih (48) warga Nagari Limo Kaum, Balai Labuah Bawah, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar dikejutkan dengan penemuan Bunga Bangkai yang tumbuh diperkarangan rumahnya beberapa waktu silam.

Ningsih tak menyangka bahwa benda  bewarna hitam dengan bentuk tak berpola adalah Bunga langka.

“Setiap pagi saya menyapu perkarangan rumah, tak menyangka dibalik dedaunan saya menemukan sebuah benda asing sebesar kepalan tangan orang dewasa, beberapa hari selanjutnya benda itu tumbuh besar hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap, warga sekitar berdatangan dan mengasumsikan bahwa itu adalah Bunga Bangkai,” ujar Ibu tiga anak saat ditemui dirumahnya, Rabu (12/12/2018).

Saat ini Bunga tersebut dirawat baik oleh Ningsih dengan memagari sekelilingnya mengunakan bambu, ia pun mengijinkan bagi siapa saja yang datang untuk melihat Bunga itu secara langsung.

“Tak menutup kemungkin nantinya orang-orang bakal berdatangan untuk melihat fenomena langka ini, selagi bisa menjaga tanpa merusak kelangsungan hidup Bunga Bangkai ini, tentu kami ijinkan,” ujarnya.

Bunga dengan bahasa latin Amorphophallus titanum memang pernah tumbuh subur pada tahun 2012, tak jauh dari lokasi saat ini. “Tak Cuma disini saja, beberapa tahun lalu juga pernah tumbuh bunga serupa disekitar sini,” ujarnya.

Ia pun mengatakan akan membiarkan Bunga Bangkai itu tetap hidup di pekarangan rumahnya, ia akui memang cukup unik jika tumbuh bersamaan dengan tanaman lainya, “Unik serta tak biasa, bunga bangkai tumbuh subur disini, cukup bau sih,” ucapnya semabari tertawa kecil.

Dikutip dari kumparan.com, Bunga Bangkai jenis ini mampu hidup selama beberapa tahun, tumbuhan endemik Sumatera, mekar hanya selama 2 hari, mengeluarkan bau tak sedap dan berpola tak beraturan. Berbeda dengan Bunga Rafflesia yang berpola luas, berkelopak dengan lubang besar ditengah, membutuhkan waktu mekar selama 9 bulan dan bersifat parasit.

Menambahkan apa yang diucapkan Ningsih, Rian Tanjung (27) menyebutkan sejak pertama kali ditemukannya Bunga Bangkai ini, memang mengundang rasa penasaran masyarakat untuk datang.

“Mungkin orang yang datang hari ini, mendengar dari mulut ke mulut hingga tersebar kabar bahwa disini tumbuh Bunga Bangkai, cukup menguntungkan juga bagi pemilik lahan tersebut yang kesehariannya berjualan martabak,” ujar Rian.

(Reyhan)     

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.