Pasbar Dirikan Posko PPKM ditiap Jorong

  • Bagikan
Foto : Posko Masyarakat Berskala Mikro (PPKM) tingkat Kejorongan

Pasaman Barat – Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus covid 19 selama perayaan hari raya idul Fitri 1442 H, Pemerintah Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mendirikan posko petugas covid 19 dan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat Berskala Mikro (PPKM) tingkat Kejorongan yang tersebar pada Tujuh Kejorongan yang ada.

Pj. Wali Nagari Sinuruik, Faridh Muhammad Ali wartawan, Sabtu 15, Mei 2021 mengatakan, dalam rangka pencegahan penyebaran covid 19 selama lebaran, pihak Nagari mendirikan tujuh posko dan Pemberlakuan PPKM pada masing-kejorongan yang dimulai dari H-7 hingga H+7 lebaran nantinya.

“Setiap posko beroperasi mulai dari pukul 8.00 Wib hingga pukul 24.00, dengan masing-masing beranggotakan 5 orang yang terdiri dari, Kepala jorong dan pemuda pemudi setempat,”ujarnya.

Baca Juga :  Lokasi Bencana Banjir Bandang Tanjung Bonai Masuk Zona Merah

Faridh mengatakan, posko tersebut dipergunakan antara lain untuk melakukan pendataan terhadap masyarakat Nagari Sinuruik yang pulang kampung, melakukan penyemprotan desinfektan terhadap beberapa Masjid yang akan dipergunakan untuk tempat sholat Idul Fitri, dan membagikan masker kepada jemaah sholat idul Fitri se Nagari Sinuruik.

“Kita melakukan pendataan bagi masyarakat yang pulang kampung dan penyemprotan desinfektan terhadap tempat ibadah disamping juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan,”ungkapnya.

Disamping itu, Kasi Kesra Nagari Sinuruik, Yuheldi mengatakan, dari data masing-masing posko Kejorongan yang diterima, hingga saat ini jumlah masyarakat yang terdata pulang kampung lebih kurang sebanyak 30 orang yang kebanyakan dari Jorongan Kemakmuran.

Baca Juga :  Sah, Sumbar Terapkan Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid-19

“Kita telah memasang sticker pada rumah-rumah masyarakat yang pulang kampung, hal itu untuk memudahkan pemantauan petugas selama tujuh hari kedepan,”ungkapnya.

Yuhedi menjelaskan, Pemerintah nagari akan terus berupaya memaksimalkan fungsi dari posko kejorong selama lebaran berlangsung. Hal itu sebagai salah satu upaya dari pemerintah Nagari Sinuruik dalam rangka memutus tali rantai penyebaran wabah virus covid 19.

“Semoga dengan adanya posko dan pembatasan PPKM ini, dapat mencegah dan mengantisiapasi penyebaran covid-19 saat arus mudik dan balik lebaran idul fitri 1442 H tahun ini dan tidak ada lagi penambahan kasus baru yang terinfeksi covid 19 di kabupaten yang kita cintai ini,”harap Yuheldi mengakhiri.

Reporter : IyanEditor : Meliana Gusti
  • Bagikan