Pemkab Agam Vaksinasi 4.741 Hewan Peliharan

Antisipasi penyebaran penyakit rabies, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam melakukan vaksin terhadap 4.741 ekor hewan penular rabies (HPR) yang tersebar pada 16 Kecamatan.

“Vaksin tahun ini dimulai Januari sampai Oktober 2017,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Arief Restu di Lubuk Basung, Jumat (24/11/2017)

Arief menyebutkan, vaksinasi dimaksud merupakan program tahunan Distan. Tujuannya untuk menghindari hewan peliharaan masyarakat. seperti kucing, anjing, dan kera terjangkit rabies, yang berujung pada penularan kepada manusia.

“Karena rabies bisa menular ke manusia lewat gigitan hewan, ini bisa menyebabkan kematian. Jadi ini kami antisipasi dari sekarang melalui pemberian vaksinasi” jelas Arief.

Arief menerangkan vaksin anti rabies (VAR) tersebut dilakukan tak hanya diberikan kepada anjing, tetapi juga kucing, dan monyet yang dipelihara warga. Pemberinan vaksin pada hewan peliharaan ini lebih efektif mencegah rabies dibandingkan vaksin pada manusia.

Selain melakukan vaksinasi, petugas dilapangan juga melakukan eliminasi hewan liar, terutama anjing yang sering menjadi hewan yang terserang rabies, Sebanyak 416 ekor anjing telah dieliminasi petugas untuk menekan kasus gigitan HPR tersebut.

“Eliminasi dilakukan atas permintaan masyarakat setempat, ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kasus gigitan anjing dan penyebaran penyakit rabies,” ujarnya.

Penyakit rabies dapat ditularkan hewan berdarah panas, seperti anjing, kucing, maupun kera melalui gigitan atau luka yang terkena air ludah hewan positif rabies.

Namun demikian, lebih dari 90 persen penularan penyakit yang menyerang susunan saraf ini, disebabkan gigitan anjing yang positif rabies.

Sementara tanda-tanda umum hewan yang terjangkit rabies ialah keluar air liur secara berlebihan, tak lagi menuruti perintah pemilik, dan menjadi ganas, serta mengigit apa yang ditemuinya. “Hewan juga akan sering bersembunyi di tempat teduh dan sejuk,” pungkas Arief.