Pemko Solok Gelar Sholat Subuh Berjamaah Lintas OPD

Solok Kota – Bertempat di Mushalla Balaikota Solok, Selasa (04/10), Wali Kota Solok H. Zul Elfian Umar, Wakil Wali Kota Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, Sekretaris Daerah Drs. H. Syaiful AM.Si, para Staf Ahli Wako, Asisten Sekda dan Seluruh Kepala OPD, Direktur PDAM serta Kepala Bagian Lingkup Setda, melaksanakan sholat subuh berjemaah.
Wali Kota Solok selepas menunaikan sholat subuh berjemaah kembali memberikan tausiyah pendek melanjutkan tausiyah beliau bulan lalu.
“Masih ada cerita saya bulan lalu, akan menjadi hutang kalau tidak dilanjutkan yakni 6 hal yang perlu kita jadi perhatian dan menjalani kehidupan sebagai hamba Allah, diantaranya telah kita bahas bulan lalu yakni ;
1. Hindari menceritakan keburukan orang;
2. Menjaga Hati harus bersih, jauh dari sifat sombong, iri, dengki, serta semua sifat yang akan merusak dan mengotori hati. Sombong merupakan penyakit iblis.
3. Jangan mencintai dunia yang berlebihan
Beliau menceritakan sebuah kisah seseorang yang telah menyampaikan sebuah berita bohong dan meminta maaf atas kesalahannya, diminta menebarkan kapas isi sebuah bantal ditempat terbuka. Kemudian diminta mengumpulkan kembali seperti sediakala.
Pagi ini kita cicil satu saja, Yang keempat, persiapkan diri menghadapi kematian. Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal untuk menghadapi hal yang pasti yakni kematian. Mari perbanyak bekal kita” pesan Wako.
Beliau juga menyampaikan sebuah kisah yang mengingatkan untuk mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian, “Ada sebuah kisah seorang raja yang setiap habis masa kepemimpinannya akan dibuang ke sebuah pulau terpencil yang angker dan setiap yang masuk kepulau tersebut tidak ada yang selamat. Sehingga pada akhirnya kesulitan mencari penerus raja. Namun ada seorang pemuda yang cerdas mengajukan diri untuk menjadi raja” kisah Zul Elfian.
Singkat cerita, Wako mengisahkan bahwa pemuda tersebut menjadi raja, karena diriny cerdas, dia ketika baru menjabat langsung menugaskan bawahanya untuk menjadikan pulau terpencil yang menjadi tempatnya diakhir masa jabatannya, untuk diperindah dan menjadi tempat ternyaman.
“Alhasil ketika ditahun keempat menjabat sang raja diingatkan bahwa sisa jabatannya tinggal 1 tahun dan akan dikirim ke pulau kepencil tersebut. Namun, sang raja malah menanggapi dengan senang, berbeda dengan pendahulunya yang ketakutan dan bermohon diperpanjang masa jabatnnya. Hikmah yang bisa kita petik dari kisah tersebut, mari persiapkan diri, perbanyak bekal untuk menghadapi tempat atau tujuan akhir kita. Jika kita telah persiapkan diri, Insyaa Allah kapanpun kematian itu datang kita akan hadapi dengan tenang” tutup Wako.