Pengangguran Produktif Di Tanah Datar Masih Capai 5.157 Orang

Fhoto : Ilustrasi (net)

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Angka penganguran di Kabupaten Tanah Datar masih tinggi, tercatat 5.157 penganguran kelompok umur produktif masih menunggu penempatan kerja.

Data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (PMPTSP Naker) Kabupaten Tanah Datar, pada awal tahun 2018 lalu angka tersebut mencapai 9.418 orang, dan selama 12 bulan diakui menurun hingga 4.261 orang.

“Artinya ada penurunan grafik, namun masih tersisa 5.157 orang yang belum mendapatkan penempatan kerja, dan umumnya kelompok produktif berumur antara 15-44 tahun,” ucap Kepala Bidang Naker Dinas PMPTSP Tanah Datar Khairul kepada awak media, Jumat (25/01) di ruang kerjanya.

Penurunan grafik tersebut, ucap Khairul disebabkan karena dibukanya beberapa lowongan kerja oleh pemerintah, termasuk lowongan PNS dan TNI/Polri juga ada beberapa yang berhasil dari program balai pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh dinas terkait serta pencaker yang dihapuskan. Artinya tidak lagi tercatat sebagai pencari tenaga kerja atau yang sudah bekerja di luar negeri.

“Data diatas bukan berarti mereka tidak bekerja sama sekali, namun ini berdasarkan angka pencari kerja yang mengurus kartu AK 1 yang belum ditempatkan atau belum bekerja di instansi formal,” tambah Khairul.

Jika dilihat dari jumlah keseluruhan berdasarkan data, sebut Khairul, kelompok umur 20 hingga 30 tahun masih sangat dominan, yakni 1.301 laki-laki dan 2.073 perempuan.

“Selain itu, kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 365 orang laki-laki, 402 perempuan serta kelompok umur 31-44 tahun hanya tercatat sekitar 37 laki-laki dan 82 orang perempuan,” sebutnya.

Kabid Naker menjelaskan ada beberapa faktor yang ikut meningkatkan laju pertumbuhan pengangguran di Kabupaten Tanah datar, secara prinsip angka itu diyakini akan semakin bertambah karena dari tahun ke tahun banyak pendidikan formal yang akan menamatkan pendidikan.

Menangapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat Eka Putra menangapi jika fenomena tingginya angka pengangguran di Tanah Datar sebenarnya terjadi juga di seluruh Indonesia. Hal itu ucap putra asli Lintau ini, merupakan problem klasik dalam perekomomian indonesia saat ini.

“Ini akan menjadi bom waktu apabila kemudian angka pengangguran tersebut masih didominasi oleh angkatan kerja usia produktif dan mempunyai pendidikan tinggi, seluruh pihak termasuk pemerintah harus jeli dengan lapangan kerja, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Eka.

Ditambahkan Eka Putra, banyak cara yang bisa dilakukan, dengan melakukan pelatihan bagi masyarakat yang sesuai dengan relevansi pasar kerja, peningkatan jumlah revitalisasi BLK sesuai dengan konteks kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Salah satunya dengan mengunakan dana desa sesuai dengan aturan. Pemerintah nagari harus mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dengan demikian potensi ekonomi di nagari secara otomatis akan terbuka oleh pemberdayaan,” pungkas pengurus pusat salah satu partai politik ini.(ddy)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.