Pengembangan EBT di Sumbar Diluncurkan

Wamen ESDM Arcandra Tahar
Wamen ESDM Arcandra Tahar
Wamen ESDM Arcandra Tahar
Wamen ESDM Arcandra Tahar

AGAM, KABARSUMBAR-Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumatera Barat diresmikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

Pengembangan sumur bor tanah dan pembangkit listrik EBT merupakan salah satu cadangan energi yang disedot dari fosil dan sangat diperlukan negara dalam kondisi sekarang. Cadangan minyak yang dapat diambil hanya 3,2 hingga 3,3 miliar barel dan itu hanya 0,2 persen dari total cadangan minyak di dunia.

“Kita memerlukan energi terbarukan karena energi yang tidak pernah habis pakai,” kata Wamen ESDM Arcandra Tahar, di Jorong Titih, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Sekadar diketahui pengembangan EBT di Sumatera Barat, tiga unit di Kabupaten Agam seperti di Nagari Tarok, Nagari Kamang Mudiak, dan Nagari Salereh Aia, selebihnya di Sijunjung, Pasaman Barat, Sawahlunto, Pasaman dan Padang Pariaman dan Bukittinggi.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk Sumbar ada sekitar 20 unit dan beroperasi di beberapa kota dan kabupaten, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai 15 unit PLTS terpusat dengan total kapasitas 700 kWp untuk 2.033 KK, Kabupaten Solok Selatan total kapasitas 30 kWp untuk 82 KK, Kabupaten Solok kapasitas 50 kW untuk 163 KK, Kabupaten Pasaman Barat kapasitas 50 kW untuk kebutuhan listrik 155 KK, Kabupaten Pasaman dua unit untuk 277 KK, pengembangan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan (PLTS dan PLTMH) guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

[lidairak]