Pengunjung Pesona Budaya Dan Pagaruyung Expo Batusangkar Keluhkan Sampah

CEO Emersia Batusangkar Merry Wati sempat keluhkan bau sampah yang menyengat.

Fhoto : Sampah yang menumpuk dan berserakan di Pekan Budaya Lapangan Cindua Mato di keluhkan para pengunjung. (Ddy)

BATUSANGKAR, KABARSUMBAR – Pengunjung pameran Pesona Budaya di Lapangan Cindua Mato Batusangkar keluhkan samoah yang berserakan, bahkan bau busukpun keluar sehingga sangat menganggu pengunjung.

Pihak Event Organizer (EO) sebagai pelaksana kegiatan mengakui jika sampah-sampah tersebut adalah tanggung jawab pihak Lingkungan Hidup dan pihak EO sendiri.

Bau busuk yang menyengat diantara tumpukan sampah tersebut sempat dikeluhkan oleh CEO Hotel Emersia, Merry Wati yang sedang berkunjung ke lapangan cindua mato, sehingga mempertanyakan bau sampah tersebut.

Fhoto : Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau busuk di antara pengunjung Pekan Budaya Cindua Mato. (Ddy)

“Kok sampah ini dibiarkan saja, apa tidak ada yang bertanggung jawab?” ucap Merry.

Sementara itu salah seorang pengunjung lainnya Rahmi (28), kepada kabarsumbar.com, Sabtu (02/12) mengatakan, penampilan pameran Pesona Budaya kali ini sangat jauh lebih buruk dari tahun sebelumnya, sampah-sampah yang menumpuk dan menyengat sangat menganggu pengunjung.

“Kondisi pameran sangat berobah dari tahun sebelumnya, susunan para pedagang tidak beraturan dan sampah berserakan kemana mana. Apalagi dengan kondisi hujan seperti ini menambah pemandangan yang sangat buruk,” ucap Rahmi yang mengaku datang dari Padang Panjang.

Menurut guru disalah satu SMU di Kota Solok ini, kondisi saat ini tentunya sangat berpengaruh kepada kenyamanan pengunjung yang datang, dan ini harus diperhatikan oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

Hal senada juga di ungkapkan Hardiwan (33) perantau Tanah Datar asal Pekan Baru, menurutnya kebersihan merupakan bagian penting dari pameran yang sudah menjadi agenda daerah ini.

“Pemerintah harus berupaya mencari pihak ketiga yang betul betul mampu menjadikan kegiatan ini memiliki nilai jual yang bisa diberikan kepada pengunjung. Tapi kali ini, sangat jauh lebih jelek dari tahun kemaren,” tutur Hardiwan yang mengaku setiap tahun sengaja mengunjungi pekan budaya ini.

Ditanyai mengenai sampah yang berserakan di Lapangan Cindua Mato, Pihak EO yang diketahui bernama Owin tersebut mengakui jika sampah – sampah itu merupakan tanggung jawab pihaknya dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Ini memang tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan pihak EO,” ucapnya mengabaikan pertanyaan wartawan kabarsumbar.(Ddy)

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...