Kampus  

Manfaatkan Limbah, Mahasiswa KKN Unand Lakukan Penyuluhan Pestisida Nabati

Penyuluhan Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Limbah Puntung Rokok dan Daun Pepaya

Dalam rangka pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand tahun 2022. Masyarakat tentu menyambut dengan baik kedatangan mahasiswa KKN tersebut. Pengabdian itu mencakup pemberdayaan, pelatihan, pemeriksaan kesehatan, dan penyuluhan dibidang pertanian.

Terkait penyuluhan, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam membuat pestisida nabati. Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan, serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana.

            Penyuluhan Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Limbah Puntung Rokok dan Daun Pepaya

Pestisida nabati merupakan hasil ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan baik dari daun, buah, biji atau akar. Biasanya bagian tumbuhan tersebut mengandung senyawa atau metabolit sekunder dan memiliki sifat racun terhadap hama dan penyakit tertentu. Pestisida nabati pada dasarnya memanfaatkan senyawa sekunder tumbuhan sebagai bahan aktifnya. Senyawa ini berfungsi sebagai penolak, penarik, dan pembunuh hama serta sebagai penghambat nafsu makan hama. Penggunaan bahan-bahan tanaman yang telah diketahui memiliki sifat tersebut di atas khususnya sebagai bahan aktif pestisida nabati diharapkan mampu mensubstitusi penggunaan pestisida sintetis sehingga residu bahan kimia sintetis pada berbagai produk pertanian yang diketahui membawa berbagai efek negatif bagi alam dan kehidupan di sekitarnya dapat ditekan serendah mungkin.

Pestisida yang dibuat berasal dari puntung rokok dan daun pepaya yang diambil ekstraknya. Daun pepaya yang sudah dihancurkan akan diperas dan dicampurkan dengan detergen, air, ekstrak daun pepaya dan puntung rokok. Cairan ini akan didiamkan selama satu hari penuh di dalam botol yang memiliki sirkulasi udara yang ,ancar. Kemudian barulah disiram ke tanaman padi untuk mencegah hama, gulma, dan penyakit.

               Praktek Pembuatan Pestisida Nabati di Pasir Nan Panjang, Nagari Aur Duri Surantih

“Pestisida nabati ini yang berasal dari puntung rokok, dan daun pepaya ini mudah didapat dan bisa sebagai daur ulang limbah dengan baik dan bermutu, kemudian nantinya pestisida ini akan diberikan pada para petani untuk disiram ke padi yang sedang tumbuh”, Ungkap Windy, salah satu mahasiswa KKN Jurusan Proteksi tanaman.

Selain itu, cara pengendalian yang tepat juga telah di pahami oleh para petani yaitu dimulai dari budidaya tanaman sehat seperti pengolahan tanah sempurna pembajakan dilakukan 2-3 kali untuk memastikan gulma-gulma mati dan terbalik sehingga hama dan penyakit pada gulma dapat mati, gunakan varietas yang tahan hama dan penyakit, melakukan sistem tanam jajar legowo, melakukan menitoring lapangan setiap hari, pemberian pupuk yang berimbang dan penggunaan pestisida nabati, jika semua pengendalian telah dilakukan dan dibutuhkan pestisida kimia maka jadikan pestisida kimia sebagai pengendalian terakhir.

 

 

 

 

Mahasiswa KKN Unand Aur Duri Surantih

Dinda Putri Sari Mekah