Pertalite, Solar dan LPG Lebih Banyak Dinikmati Orang Mampu

Anggaran pertalite, solar, dan LPG terus meningkat, tapi yang menikmati justru kalangan menengah ke atas.

Jakata – Setiap tahun, anggaran subsidi dan kompensasi untuk energi khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG terus meningkat. Namun, subsidi energi tersebut justru lebih banyak dinikmati masyarakat mampu bahkan kaya.

Padahal, peningkatan alokasi subsidi pada 2022 terjadi sangat tajam. Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, pada awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, total alokasi subsidi dan kompensasi BBM serta LPG 3kg senilai Rp96 triliun.

Pada tahun yang sama pasca perubahan APBN yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022, total alokasi subsidi dan kompensasi melonjak empat kali lipat mencapai Rp401,9 triliun.

Ironisnya, subsidi dan kompensasi justru dinikmati masyarakat kalangan menengah ke atas. Kemenkeu mencatat 86 persen pengguna Pertalite merupakan rumah tangga dan 14 persen dunia usaha.

Dari 80 persen rumah tangga tersebut berasal dari kalangan mampu, terutama pemilik kendaraan. Artinya hanya 20 persen bensin bersubsidi dinikmati kalangan penduduk miskin.

Adapun pengguna solar 11 persen berasal dari rumah tangga dan 89 persen dunia usaha. Dari 11 persen tersebut, sekitar 95 persennya dinikmati kalangan mampu.

Menurut Bank Dunia, konsumsi solar 42-73 persennya dinikmati pemilik mobil, sedangkan penduduk miskin hanya mengkonsumsi 5 persennya. Tak hanya itu, LPG berukuran 3 kg juga dinikmati oleh rumah tangga mampu sebanyak 68 persen.