Produk Cheetah Mobile Sekarang Didukung Kecerdasan Buatan

Johnny Li, Vice President of Cheetah Mobile, dan Leslie Lin, Head of Global App Growth Cheetah Mobile, mengumumkan misi perusahaan untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas” dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), saat diskusi media hari ini (30/11) di Jakarta.
Johnny Li, Vice President of Cheetah Mobile, dan Leslie Lin, Head of Global App Growth Cheetah Mobile, mengumumkan misi perusahaan untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas” dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), saat diskusi media hari ini (30/11/2017) di Jakarta.
Johnny Li, Vice President of Cheetah Mobile, dan Leslie Lin, Head of Global App Growth Cheetah Mobile, mengumumkan misi perusahaan untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas” dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), saat diskusi media hari ini (30/11) di Jakarta.
Johnny Li, Vice President of Cheetah Mobile, dan Leslie Lin, Head of Global App Growth Cheetah Mobile, mengumumkan misi perusahaan untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas” dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), saat diskusi media hari ini (30/11/2017) di Jakarta.

Cheetah Mobile Inc, perusahaan Internet mobile terkemuka dengan DNA kuat dalam globalisasi, Kamis (30/11/2017) mengumumkan misi baru untuk ‘Membuat Dunia Lebih Cerdas’ dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Teknologi itu mentransformasi aplikasi utilitas dan aplikasi berbasis konten miliknya yang terkenal. Sejumlah aplikasi Cheetah Mobile paling populer di Indonesia, seperti PhotoGrid dan Cheetah Keyboard, kini didukung AI.

Cheetah Mobile meluncurkan fitur eksklusif khusus untuk pengguna di Indonesia, salah satu pasar terbesarnya. “Di Cheetah Mobile, kami selalu mencari cara inovatif untuk menghadirkan pengalaman pengguna seluler lebih cerdas dan cepat, dan pengembangan kecerdasan buatan menghadirkan solusi tepat bagi kami,” kata Johnny Li, Vice President, Cheetah Mobile.

Lanjut Jhonny, pihaknya berjanji akan terus meningkatkan platform berbasis AI tersebut. “Kami akan terus meningkatkan platform teknologi berbasis AI, yang membawa peluang baru ke ruang utilitas seluler dan mendorong kemajuan pesat produk konten seluler kami,” jelasnya.

Cheetah Mobile mulai mengembangkan AI pada 2016. Pada tahun yang sama, Cheetah Mobile pun memutuskan untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan untuk mentransformasi aplikasi utilitas dan aplikasi berbasis kontennya.

Survei Accenture pada tahun 2017 menunjukkan, 87 persen perusahaan di Indonesia melirik AI dan sepakat bahwa teknologi AI akan merevolusi cara mereka memperoleh informasi dan berinteraksi dengan pelanggan.

Meskipun AI diperkirakan merambah ke industri lain di Indonesia, beberapa tantangan dihadapi di Indonesia, termasuk kurangnya sumber daya manusia dengan keahlian di bidang AI serta masalah pendanaan. Cheetah Mobile berniat menerapkan bisnisnya di Indonesia sebagai upaya berbagi ilmu seputar AI dengan masyarakat setempat.

Semisal PhotoGrid, dimana Style transfer dan facial recognition dari teknologi AI ada di balik sejumlah efek khusus aplikasi itu, termasuk ‘Twinkle’, fitur pertama didukung AI yang mengubah foto menjadi karya seni dengan efek sedikit bersinar.

Teknologi transfer gaya didukung AI juga diterapkan pada “Filter Venus”, fitur bagi pengguna untuk menggabungkan wajah mereka dengan berbagai tokoh wanita berwajah bak peri cantik.

Teknik AI lain, yang digunakan di sini, termasuk teknologi canggih pengenalan wajah untuk menerapkan filter animasi secara mulus di wajah pengguna. Aplikasi itu juga berupaya menciptakan lingkungan sehat dengan menggunakan klasifikasi gambar didukung jaringan syaraf dalam untuk mengenali dan menghapus gambar erotis.

Kini, produk itu menggunakan teknologi deep learning untuk memahami pilihan pengguna dan diharapkan mengembangkan rekomendasi yang dipersonalisasi untuk filter dan efek penyuntingan foto lain.

Dengan teknologi deep learning, Cheetah Keyboard saat ini menganalisis data dan “belajar” berdasarkan sekitar 2 miliar kata dan frase. Khusus untuk pengguna Indonesia, aplikasi ini terus memperluas skala “bahasa text pool”.

Efisiensi dan ketepatan mengetik teks sebagian besar diperkuat oleh teknologi teks prediktif canggih bertenaga AI yang digunakan untuk saran balasan dan koreksi otomatis yang cerdas. Aplikasi jaringan saraf dan teknologi pembelajaran semacam itu membuat Cheetah Keyboard salah satu keyboard paling berteknologi maju diluar sana.

Sementara itu, CM Launcher menggunakan deep learning untuk menganalisis perilaku penggunaan dari waktu ke waktu untuk merekomendasikan tema yang dipersonalisasi kepada pengguna. Itu membantu pengguna mengenali tema unik, yang mewakili kepribadian mereka.

Cheetah Mobile juga merombak ulang aplikasi berbasis konten dengan dukungan teknologi AI. Perusahan aplikasi Live.me menerapkan tekonologi AI, real-time image recognition technology untuk mengenali, tag dan memfilter gambar tidak pantas seperti pornografi, kekerasan atau eksplisit atau tidak pantas. Dengan menggunakan teknologi itu, Live.me bertekad membangun masyarakat Hijau, Bersih, Sehat dan Positif di seluruh dunia.

Deteksi wajah juga biasa digunakan dalam aplikasi. Jika penyiar menerapkan efek pada wajah, efeknya hanya akan muncul saat ada wajah manusia.

Teknologi itu, bersama dengan deep learning tag, memiliki kegunaan lain, termasuk kemampuan mengenali logo merek, membuat tag pengguna berdasarkan atas karakteristik dan memberikan saran konten hasil personalisasi.

Pada saat ini, Cheetah Mobile memiliki lebih dari 580 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Perusahaan itu bermaksud menyediakan aplikasi terdepan bagi pengguna seluler di seluruh dunia dan menghubungkan pengguna dengan konten hasil personalisasi, yang didukung kecerdasan buatan.

Cheetah Mobile adalah perusahaan induk dari banyak aplikasi unggulan di Indonesia, termasuk Photogrid, Master Bersih, Cheetah Keyboard dan CM Launcher.

Selain aplikasi utilitas, Cheetah Mobile juga memiliki aplikasi tayangan langsung sosial Live.me dan permainan kasual populer, seperti, Piano Tiles 2, Rolling Sky dan Arrow.io.

Cheetah Mobile juga adalah investor di Orionstar, perusahaan kecerdasan buatan untuk mengembangkan produk teknologi pelopor generasi berikut.