#BikinAsikdiRumah - Mar 2020
#BikinAsikdiRumah - Mar 2020

Pusat Lakukan Verifikasi Usulan Gelar Pahlawan Nasional Bagi Chatib Sulaiman

Padang Panjang – Pengusulan Chatib Sulaiman sebagai Pahlawan Nasional yang disampaikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang ke Kementerian Sosial, telah memasuki tahap pengecekan lapangan.

Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) datang langsung ke Padang Panjang dan Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melakukan verifikasi data yang sebelumnya dikirim oleh Pemko Padang Panjang.

Dalam kunjungan tersebut, tim yang didampingi pihak Dinas Sosial Provinsi Sumbar dan Kota Padang Panjang mendatangi beberapa lokasi, antara lain SD Merapi, Jl. Chatib Sulaiman di Pasar Pusat Padang Panjang, GOR Chatib Sulaiman, serta pemakaman di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kab. Lima Puluh Kota.

Ketua rombongan tim TP2GP, Andi Achdian mengatakan, sementara ini Chatib Sulaiman secara umum telah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional.

“Kita hanya mengecek lapangan, data yang diinformasikan kepada TP2GP terbukti dan lengkap sebagai syarat untuk pahlawan nasional. Setelah pengecekan ini, lanjutnya, nanti tingkat pusat akan memberikan keputusan. Kemudian, Presiden yang akan menentukan dari 13 calon yang telah diusulkan ke Kementerian Sosial untuk diberikan gelar pahlawan nasional pada tahun ini,” katanya.

Tahap selanjutnya, menurut keterangannya, Presiden akan mengumumkan lolos atau tidaknya usulan gelar pahlawan nasional ini pada peringatan Hari Pahlawan di tanggal 10 November.

Chatib Sulaiman sendiri merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang lahir di Sumpur, Tanah Datar. Ia terlibat dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah pimpinan Syafruddin Prawiranegara.

Ia gugur ketika menjabat sebagai Ketua Markas Pertahanan Rakyat, sehabis memimpin sebuah rapat untuk merebut kota Payakumbuh dari tangan Belanda, pada Agresi Militer Belanda II.

Dalam peristiwa yang dinamakan Peristiwa Situjuah, gugur pula beberapa pejuang lain seperti Arisun Sutan Alamsyah (Bupati Militer Lima Puluh Kota), Letnan Kolonel Munir Latief, Mayor Zainuddin, Kapten Tantawi, Lettu Azinar, Letda Syamsul Bahri serta 69 orang pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK).

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...