Telan Anggaran Lebih 300 Juta, Tur Moge Pemprov Aceh Banjir Kritik

Banda Aceh – Dalam rangka menyambut Hari Damai Aceh yang diperingati setiap 15 Agustus, Pemerintah Aceh melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA) melakukan touring motor gede (moge) yang disebut-sebut menelan dana hingga Rp305 juta.

Dana tersebut dianggarkan dari refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), untuk membiayai bahan bakar peserta tur hingga uang makan selama perjalanan tur yang akan berakhir 14 Agustus 2020.

Hal tersebut langsung mendapat respon berupa kritik dari berbagai lembaga swadaya masyarakat, hingga DPRD Aceh sendiri.

“Ini sangat menyayat hati para mantan kombatan. Kegiatan ini juga melukai hati masyarakat Aceh yang menjadi korban konflik serta belum memperoleh keadilan hingga sekarang,” ujar Iskandar Usman, anggota DPR Aceh, seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Iskandar menilai, Hari Damai Aceh harusnya diperingati dengan lebih arif bijaksana. Menurutnya, tur moge tersebut melukai nilai-nilai perdamaian Aceh.

Ia pun berharap tur ini dapat dibatalkan.

Di sisi lain, Ketua BRA Fakrurrazi Yusuf menyebut bahwa kegiatan tersebut justru bertujuan untuk mengkampanyekan perdamaian Aceh kepada dunia pasca konflik yang pernah terjadi di masa lalu antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diselesaikan melalui kesepakatan MoU pada 15 Agustus 2005.

“Tentu perlu roadshow dari Aceh Tamiang sampai Banda Aceh. Kenapa, supaya damai Aceh bisa mereka sampaikan ke seluruh Indonesia atau bila perlu ke dunia bahwa Aceh sudah damai,” kata Fakrurrazi Yusuf.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...