Nasional

Apindo Gandeng PMI Percepat Penanganan Bencana Sumatera Aceh Secara Cepat

307
×

Apindo Gandeng PMI Percepat Penanganan Bencana Sumatera Aceh Secara Cepat

Sebarkan artikel ini
apindo-pmi-teken-mou-penyaluran-bantuan-bencana-di-sumatera-dan-aceh
Apindo-PMI Teken MoU Penyaluran Bantuan Bencana di Sumatera dan Aceh

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Palang Merah Indonesia (PMI) berkolaborasi untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang melanda Sumatera dan Aceh. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).

Fokus utama kerja sama ini adalah memastikan bantuan logistik dan distribusinya sampai secara efektif ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.

Apindo, dengan kekuatan jaringan yang mencakup 15.000 perusahaan anggota dan lebih dari 65.000 perwakilan yang tersebar di 38 provinsi dan 311 kabupaten/kota, siap mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk mendukung upaya kemanusiaan PMI.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, mengungkapkan keprihatinannya mendalam atas dampak dahsyat bencana yang meluluhlantakkan Sumatera.

“Sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia, kami merasa terpanggil untuk mengambil peran aktif. Kami tengah menggalang seluruh anggota agar dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Shinta.

Apindo meyakini bahwa penyaluran bantuan akan jauh lebih optimal jika dilakukan melalui organisasi yang memiliki infrastruktur dan jaringan yang kokoh di lapangan.

“PMI telah memiliki aparat, relawan, dan infrastruktur yang memadai untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu kepada mereka yang membutuhkan,” jelas Shinta.

Lebih dari sekadar bantuan darurat, Apindo juga merancang program dukungan jangka panjang yang berfokus pada rehabilitasi dan pemulihan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi korban bencana.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui tiga tahapan krusial yang saling berkaitan: tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Pada tahap tanggap darurat, prioritas utama adalah penyediaan makanan dan minuman, layanan kesehatan yang memadai, serta tempat penampungan yang layak. Saat ini, kita secara bertahap mulai memasuki tahap rehabilitasi,” ungkap Jusuf Kalla.

Saat ini, diperkirakan sekitar 190 ribu rumah di tiga provinsi terdampak membutuhkan pembersihan menyeluruh sebelum dapat dihuni kembali dengan aman.

Proses pembersihan ini diperkirakan akan memakan waktu antara dua hingga tiga bulan, dan akan melibatkan sinergi yang erat antara relawan, PMI, TNI, dan Polri.

Sektor pertanian juga mengalami kerusakan yang sangat parah akibat bencana ini. Sekitar 60 ribu hektare lahan sawah tertutup material banjir, sehingga memerlukan upaya pengerukan dan rekonstruksi yang intensif agar dapat kembali produktif.

PMI mengadopsi sistem logistik berbasis pembelian lokal sebagai strategi untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak.

“Jika memungkinkan untuk membeli barang-barang kebutuhan di daerah terdampak atau daerah terdekat, kita akan memprioritaskan pembelian di sana. Ini jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan mengirimkan bantuan dari Jakarta,” kata Jusuf Kalla.

Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran bantuan internasional dari berbagai organisasi sosial, namun penanganan utama tetap mengandalkan kemampuan dan sumber daya nasional.

Kemitraan strategis antara Apindo dan PMI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan dalam penanganan bencana, baik dalam fase darurat maupun pemulihan jangka panjang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.