Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan.
Kondisi cuaca di Sumbar yang masih fluktuatif menjadi perhatian utama.
Imbauan ini disampaikan mengingat potensi curah hujan tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
“Cuaca ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada dan siaga,” ujar Mahyeldi, Senin (5/1/2026).
Hal itu disampaikannya saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) penanganan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran.
Mahyeldi menjelaskan, kajian tim teknis menunjukkan curah hujan dengan intensitas tinggi dapat berdampak pada kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan, kerusakan tanggul, serta fasilitas pengendali banjir lainnya.
Selain kesiapsiagaan teknis pemerintah, Gubernur menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengantisipasi risiko bencana.
Masyarakat diimbau memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan,” kata Mahyeldi.
Ia juga meminta agar alur informasi dari pemerintah hingga ke tingkat bawah berjalan lebih cepat dan jelas.
Tujuannya, agar masyarakat tidak panik namun tetap siap menghadapi potensi bencana.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko bencana dapat ditekan dan dampaknya dapat diminimalkan.
FGD tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat, bupati dan wali kota secara daring, Forkopimda kabupaten/kota, serta perwakilan instansi dan kementerian terkait.
Turut hadir perwakilan Pengadilan Tinggi, BMKG, PLN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, Balai Cipta Karya bidang air minum, Bappenas, serta satuan kerja dan UPT balai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Permukiman.






