Nasional

Mendagri Apresiasi KKP Kerahkan Ribuan Taruna Bantu Korban Bencana

336
×

Mendagri Apresiasi KKP Kerahkan Ribuan Taruna Bantu Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

Inisiatif KKP ini mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

mendagri-apresiasi-kementerian-kelautan-dan-perikanan-tugaskan-taruna-bantu-daerah-terdampak-bencana
Mendagri Apresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Tugaskan Taruna Bantu Daerah Terdampak Bencana

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan 1.142 taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk membantu percepatan penanganan dampak bencana di Sumatra.

Inisiatif KKP ini mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Apresiasi tersebut disampaikan Mendagri saat menghadiri acara pelepasan taruna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri KP Didit Herdiawan Ashaf juga hadir dalam acara tersebut.

Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, menjelaskan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra sejak akhir November 2025.

Bencana tersebut berdampak pada tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Dampak yang ditimbulkan meliputi korban jiwa, kerusakan infrastruktur pemerintahan, jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga sektor pertanian dan perikanan.

Pemerintah pusat, atas arahan Presiden, telah melakukan mobilisasi nasional sejak hari pertama bencana.

Keterlibatan seluruh kementerian/lembaga, TNI, Polri, BNPB, serta Basarnas membuahkan hasil berupa pemulihan bertahap di sejumlah daerah.

“Dalam catatan kami dari tiga provinsi ini ada 52 kabupaten/kota yang terdampak, 18 di Aceh, 18 di Sumatera Utara, dan 16 di Sumatera Barat,” ujar Mendagri.

Sejumlah daerah telah pulih sepenuhnya, sebagian lainnya setengah pulih, dan sisanya membutuhkan penanganan intensif secara gotong royong.

Di wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie Jaya, masalah utama adalah lumpur tebal yang menutup rumah, fasilitas umum, sekolah, hingga kantor pemerintahan.

Sementara di wilayah pegunungan, persoalan utama berupa longsor yang memutus akses jalan dan jembatan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.