Solok Arosuka – Sejumlah santri yang sedang menimba ilmu diduga di cabuli oleh salah seorang oknum pengasuh pondok pesantren M. Natsir, Alahan Panjang, Kabupaten Solokyu, melaporkan aksi bejat tersebut kepada pihak kepolisian di Mapolres Solok Arosuka.
MS Oknum pengasuh pondok pesantren tersebut berhasil melarikan diri sebelum kasus ini terungkap.
Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho melalui Kasat Reskrim Iptu Rifky Yudha Ersanda mengungkapkan sejauh ini petugas telah memeriksa tiga orang santri laki laki yang didiuga menjadi korban tindak pencabulan berupa sodomi oleh oknum pengasuh pondok pesantren. Dan tidak tertutup kemungkinan jumlah korban bertambah.
” Benar ada laporan dari pihak keluarga korban. Dari laporan sementara baru tiga orang korban yang telah dimintai keterangan dan petugas masih mendalami kasus dugaan pencabulan berupa tindakan sodomi ini,” jelas Rifky terkait laporan korban tindak asusila yang dialami santri pondok pesantren M. Natsir Alahan Panjang.
Dari pengembangan sementara pengungkapan kasus dugaan tindak asusila terhadap anak dibawah umur ini terungkap, kuat dugaan tindakan bejat oknum pengasuh pondok pesantren ini dilakukan pelaku disalah satu ruangan didalam kompleks pondok pesantren M. Natsir.
Awalnya, korban yang memang sudah mengenal dekat pelaku, diajak oleh pelaku masuk kedalam salah satu ruangan. Karena yang mengajak merupakan pengasuhnya, korban patuh dan tidak menaruh curiga.
Didalam ruangan itu, pelaku berusaha merayu korban dengan mengiming iming akan dipinjamkan Smartphone, Korban yang tidak sadar akan menjadi pelampiasan nafsu bejat pelaku kembali hanya menurut saja.
Mendapat kesempatan, pelaku terus mendekati korban hingga terjadi tindakan sodomi. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta korban untuk tidak bercerita kepada siapapun.
Karena takut, korban memang tidak menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Situasi itu justru membuat pelaku merasa aman dan terus mengincar santri lain untuk dijadikan korban pelampiasan nafsu bejatnya.
Diduga kuat santri yang menjadi korban tindakan pencabulan oknum pengasuh pondok pesantren lebih dari tiga orang. Namun akhirnya perbuatan bejat oknum pengasuh pondok pesantren ini terungkap juga.
Terungkapnya kasus dugaan tindak asusila terhadap sejumlah santri ini berawal ketika salah seorang korban tengah bermain dengan teman sebayanya. Ketika bermain itu, teman korban mengatakan akan membuka rahasia korban kalau korban tidak mau ikut bermain dengannya.
Mendengar kata kata temannya itu membuat orang tua korban menaruh curiga. Apalagi korban memang mengeluh sakit saat buang air besar.
Rasa curiga itu membuat orang tua korban terus mencari tahu apa yang telah terjadi terhadap anaknya. Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban kaget dan tidak menyangka anaknya menjadi korban sodomi.
Tidak terima apa yang menimpa anaknya, orang tua korban melaporkan kejadian itu kepada petugas di Mapolres Solok Arosuka pada tanggal 27 Mai lalu. Namun sayang pelaku yang merupakan oknum pengasuh dipondok pesantren dimana korban seharusnya belajar agama, keburu kabur dan menghilang sebelum petugas datang.
“Pelaku MS menghilang dan terus kita buru,” ujar Rifky.






