Padang – Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menegaskan setiap event pariwisata harus memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah dan terintegrasi dengan kekuatan lokal.
Penegasan itu disampaikan saat berbincang singkat dengan Ketua Harian PB Ikasmantri Padang sekaligus Panitia Pelaksana BOM Run 2026, Yulviadi Adek, di sela kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat pada 29-30 April 2026.
Widiyanti mengatakan, event pariwisata tidak boleh berjalan sendiri.
“Event tidak boleh berdiri sendiri. Harus terkoneksi dengan destinasi, budaya, dan pengalaman wisata yang utuh agar memberi dampak ekonomi langsung,” ujarnya.
Percakapan santai namun strategis itu membahas penguatan BOM Run 2026 sebagai salah satu event sport tourism unggulan di Sumatera Barat.
Yulviadi menjelaskan, BOM Run dirancang bukan sekadar lomba lari, melainkan gerakan promosi daerah yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan potensi lokal.
“BOM Run kita siapkan sebagai momentum memperkenalkan Sumatera Barat ke publik lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara,” kata Yulviadi.
Dalam kesempatan itu, Yulviadi juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, yang belum dapat hadir karena sedang berada di Kepulauan Mentawai untuk menghadiri pelantikan KONI setempat.
Widiyanti menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai konsep sport tourism sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada event berkualitas dan berdaya ungkit ekonomi.
Dia juga menyinggung pentingnya penguatan identitas daerah, termasuk dorongan menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia.
Menindaklanjuti arahan itu, Yulviadi memastikan BOM Run 2026 akan dikemas lebih terintegrasi dengan destinasi unggulan dan kekuatan kuliner Minang, sehingga memberi pengalaman wisata yang utuh bagi peserta dan pengunjung.
Pertemuan singkat tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan BOM Run 2026 sekaligus mempertegas posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah potensial dalam pengembangan sport tourism di Indonesia.






