BudayaKota Padang Panjang

Padang Panjang Gelar Festival Seni Literasi Dorong Budaya Ekonomi Kreatif

1041
×

Padang Panjang Gelar Festival Seni Literasi Dorong Budaya Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang menyelenggarakan dua festival budaya dan literasi bersinergi, Festival Pamenan Minangkabau #2 dan Festival Literasi, yang akan digelar pada Juli 2025 sebagai bagian dari program unggulan daerah.

Festival Pamenan Minangkabau #2, yang digagas Komunitas Seni Hitam Putih dan didukung Danaindonesiana-LPDP serta Kementerian Kebudayaan, menghadirkan tema “Padusi di Rumah Gadang” untuk melihat peran perempuan Minangkabau dalam seni pertunjukan pada 26-27 Juli.

Sementara itu, Festival Literasi yang diinisiasi Pemerintah Kota Padang Panjang dengan tema “Literasi Berdaya” akan berlangsung pada 24-25 Juli.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyebut kedua festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah ruang pertemuan budaya dan upaya pemberdayaan aktivitas literasi sebagai wadah edukasi serta inovasi bagi pegiat seni, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta pegiat literasi.

“Festival Pamenan Minangkabau dan Festival Literasi adalah ruang edukasi, regenerasi, inovasi, memperkokoh nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Sebab, dalam festival ini juga dihadirkan permainan tradisional yang melibatkan anak-anak sekolah dan remaja,” ujarnya di Padang Panjang, Kamis (10/7/2025).

Ia menjelaskan penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam mengembangkan ekosistem budaya dan ekonomi kreatif, yang termasuk dalam 33 program unggulan daerah.

Salah satu program tersebut adalah Revitalisasi Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang diproyeksikan sebagai pusat dokumentasi budaya terbesar di Sumatera Barat dan destinasi wisata edukatif serta sejarah.

“Pemilihan lokasi di PDIKM sejalan dengan komitmen kami dalam menjadikannya sebagai pusat dokumentasi budaya sekaligus destinasi unggulan. Festival ini diharapkan mendorong percepatan revitalisasi PDIKM dan meningkatkan visibilitasnya di tengah masyarakat, dan masuk sebagai progul kita,” tambahnya.

Ia menambahkan kedua festival ini turut mendukung program Padang Panjang Semarak Festival, yang bertujuan memosisikan kota ini sebagai sentra kegiatan budaya dan kreativitas anak muda.

Program ini disinergikan dengan Padang Panjang Creative Hub dan Youth Center, yang merupakan ruang inovatif bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan generasi muda.

“Creative Hub ini bukan sekadar fasilitas, tetapi rumah besar bagi pencipta nilai tambah lokal yang berpijak pada kearifan budaya dan inovasi digital,” jelasnya.

Penyelenggaraan festival ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Padang Panjang, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Kominfo, Dinas Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan, serta komunitas seni dan literasi.

Festival Literasi, khususnya, akan menghadirkan gelar wicara, pameran produk dari masing-masing kelurahan dan UMKM, lomba literasi untuk siswa SLTP dan SD, pentas seni, pemutaran film, penilaian stan, serta penampilan Upiak Isil.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Seni Hitam Putih, Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana–LPDP, Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam festival ini.

Festival Pamenan Minangkabau pertama kali diadakan pada tahun 2022 di Istano Silinduang Bulan, Tanah Datar, dan kehadirannya kembali tahun ini menegaskan komitmen keberlanjutan menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan daerah.

Sementara itu, Direktur Festival, Afrizal Harun, berharap gelaran kali ini dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat sinergi antarkomunitas dan membuka ruang partisipasi luas bagi generasi muda.

Menurutnya, dengan mengangkat tema “Padusi di Rumah Gadang” serta semangat kolaborasi, festival ini akan menampilkan pertunjukan randai, musik tradisi, kerajinan tangan, peraga busana, hingga kuliner khas Minangkabau.

“Semoga Festival Pamenan Minangkabau dapat menjadi agenda budaya tahunan yang berkelanjutan, memperkuat ekosistem kesenian berbasis lokal, serta memperluas jangkauan diplomasi budaya Indonesia,” pungkasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.