Sumatera Barat

Pemulangan Jemaah Haji Padang Rampung, Kemenag Evaluasi Kesehatan Jemaah

434
×

Pemulangan Jemaah Haji Padang Rampung, Kemenag Evaluasi Kesehatan Jemaah

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Padang – Operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang dinyatakan rampung setelah kedatangan kloter pamungkas (PDG 15) pada Kamis, 10 Juli. Kedatangan rombongan terakhir ini disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar), Edison, didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Muhammad Rifki, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, serta perwakilan Kepala Daerah dan jajaran Kantor Kemenag dari daerah asal jemaah haji.

Kepala Bidang PHU, Muhammad Rifki, mengonfirmasi telah berakhirnya fase pemulangan jemaah haji. “Alhamdulillah, fase pemulangan jemaah haji di Debarkasi Padang telah usai. 6.308 jemaah asal Bengkulu dan Sumatera Barat telah tiba di Tanah Air,” ungkap Rifki pada hari Kamis (10/7/2025).

Di balik kabar gembira tersebut, Rifki juga menyampaikan data duka. Dari total 6.324 jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 16 jemaah Debarkasi Padang dinyatakan wafat selama masa operasional haji. Rinciannya meliputi 13 jemaah yang meninggal dunia di tanah suci, 2 jemaah wafat di tanah air setelah kepulangan, serta 1 jemaah meninggal dunia di pesawat dalam perjalanan pulang dari Madinah menuju Padang.

Rifki juga menyebutkan bahwa hingga kepulangan kloter terakhir, terdapat 3 jemaah yang kepulangannya masih ditunda karena masih menjalani perawatan intensif di tanah suci. “Jemaah Sumbar yang masih dirawat di Arab Saudi akan menjadi tanggung jawab penuh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mereka akan segera dipulangkan setelah kondisi kesehatan membaik dan dinyatakan laik terbang,” lanjut Rifki, memastikan bahwa ketiga jemaah tersebut tetap dalam penanganan yang optimal.

Jemaah yang masih dirawat meliputi:
1. Mariatun Buyung Sutan (PDG-05), usia 51 tahun, nomor manifes 392, nomor paspor E8767486, asal Kota Padang.
2. Zubir Kahar Abdul Rauf (PDG-07), usia 78 tahun, nomor manifes 102, nomor paspor E9155280, asal Kabupaten Agam.
3. Nurbaiti Sirin Rahab (PDG-10), usia 81 tahun, nomor manifes 61, nomor paspor X4848376, asal Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, mengungkapkan rasa syukur dan menyambut hangat seluruh jemaah haji yang telah kembali ke tanah air dengan selamat. “Alhamdulillah, proses pemberangkatan ke tanah suci dan pemulangan jemaah haji kembali ke tanah air berjalan sukses dan lancar, tanpa kendala berarti. Ini semua berkat kerja sama maksimal dari semua pihak yang terlibat di Embarkasi/Debarkasi Padang, yang telah memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji Sumbar dan Bengkulu,” ungkap Edison.

Edison juga menekankan pentingnya bagi jemaah haji yang baru tiba di kampung halaman untuk tetap aktif memantau kesehatannya selama 21 hari sejak kepulangan. “Apabila jemaah haji mengeluhkan atau mendapati adanya tanda-tanda gangguan kesehatan, maka sesegera mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pesan Edison.

Ia menegaskan, selama 21 hari pascapemulangan di debarkasi, kesehatan jemaah akan terus berada dalam pantauan PPIH, terutama untuk mencegah potensi penularan penyakit seperti COVID-19 dan MERS-CoV yang berisiko dibawa dari tanah suci.

Setibanya jemaah di Asrama Haji, proses serah terima jemaah dilakukan secara simbolis. Ketua Kloter PDG 15, Yudi Hidayat, yang memimpin 403 jemaah “sapujagat” dari 17 kabupaten/kota (kecuali Mentawai dan Solok Selatan), menyerahkan jemaah kepada Ketua PPIH Debarkasi Padang, yang ditandai dengan penyerahan bendera. Selanjutnya, jemaah diserahkan kepada panitia daerah masing-masing untuk proses pemulangan ke kampung halaman. Menurut Yudi, upaya menyatukan 403 jemaah dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda merupakan suatu tantangan. Namun, ia bersama seluruh petugas haji daerah (PHD), ketua regu (karu), dan ketua rombongan (karom) berhasil membangun koordinasi dan saling bahu-membahu dengan mengedepankan prinsip solidaritas. “Yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit,” kata Yudi, menggambarkan semangat kebersamaan yang terjalin selama perjalanan ibadah haji.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.