Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang menaruh harapan besar terhadap suksesi kepemimpinan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang periode 2026-2030.
Pemkot mendesak rektor terpilih agar mampu memperkuat kolaborasi strategis dalam memajukan sektor seni, budaya, serta ekonomi kreatif di daerah.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota, Allex Saputra, dalam Sidang Senat Terbuka Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor ISI Padang Panjang, Kamis (16/7/2026).
Allex menegaskan bahwa ISI merupakan mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam memperkuat identitas kota sebagai pusat pendidikan seni.
Ia menekankan pentingnya inovasi dari lingkungan kampus yang berdampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus diperkuat,” ujar Allex.
Ia menambahkan, pihaknya ingin kampus terus berkontribusi melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan seni budaya nasional.
Dalam sidang tersebut, empat bakal calon rektor memaparkan program kerja mereka di hadapan senat.
Para kandidat yang berkompetisi yakni Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd., Dr. Yanfri, S.Sn., M.Sn., dan Dr. Riswel Zam, S.Sn., M.Sn.
Allex mengapresiasi kapasitas serta integritas seluruh kandidat yang berpartisipasi.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan proses pemilihan ini sebagai ajang fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Seluruh kandidat adalah putra terbaik dengan dedikasi tinggi,” ungkapnya.
Pemerintah kota menyatakan dukungan penuh terhadap proses demokrasi tersebut dan siap bekerja sama dengan rektor terpilih demi kemajuan pendidikan tinggi seni di Padang Panjang.






