Kabupaten Pasaman BaratPemerintah

Pemerintah Pusat Kembangkan Pelabuhan Teluk Tapang Tingkatkan Logistik Sumatera Barat

860
×

Pemerintah Pusat Kembangkan Pelabuhan Teluk Tapang Tingkatkan Logistik Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini

Proyek strategis ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran pusat sebesar Rp116 miliar.

Padang – Tim gabungan dari Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan melakukan survei pendahuluan terhadap kesiapan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Pasaman Barat.

Proyek strategis ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran pusat sebesar Rp116 miliar.

Kegiatan survei diawali dengan audiensi dan pemaparan di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat pada Senin (24/6/2024), yang dihadiri jajaran kepala OPD setempat, termasuk Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DPMPTSP, dan Kepala Dinas Kominfo.

Tim Kementerian Perhubungan dipimpin oleh Adrianto dan Iis dari Bidang Laut, didampingi tenaga ahli Hera dan Anto, serta konsultan teknis Fuad.

Audiensi dan survei ini bertujuan untuk meninjau langsung lokasi pengembangan pelabuhan.

Pembangunan tahap awal direncanakan meliputi fasilitas perkantoran, area parkir, stopel, dan sarana pendukung lainnya di atas lahan seluas 12,5 hektare.

Bupati Pasaman Barat Yulianto menekankan urgensi percepatan pembangunan pelabuhan ini.

Ia memandang proyek ini sebagai solusi atas keterbatasan operasional Pelabuhan Teluk Bayur yang ada saat ini, serta untuk mendukung kelancaran distribusi logistik dari Pasaman Barat dan wilayah sekitarnya.

“Pelabuhan Teluk Tapang akan menjadi simpul logistik strategis, tidak hanya bagi Pasaman Barat, tetapi juga untuk kawasan utara Sumatera Barat hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara,” kata Yulianto.

Pelabuhan Teluk Tapang dinilai memiliki potensi besar mengingat Pasaman Barat merupakan penghasil utama kelapa sawit dengan luas tanam mencapai 101.402 hektare dan produksi 330.881 ton per tahun.

Selain sawit, terdapat juga potensi jagung seluas 45.523 hektare, serta potensi tambang seperti bijih besi, mangan, dan granit yang lokasinya hanya 6 hingga 9 kilometer dari pelabuhan.

Tim Kementerian Perhubungan juga mencatat potensi kawasan ini untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim.

Hal ini didasari nilai sejarah Teluk Tapang sebagai pusat ekonomi pada masa kolonial, dengan sisa-sisa benteng yang masih dapat ditemukan di sana.

Secara geografis, posisi Pelabuhan Teluk Tapang dinilai lebih efisien dibandingkan Teluk Bayur. Jarak tempuh logistik dari Pasaman Barat ke Teluk Tapang hanya membutuhkan waktu 2,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan 4,5 jam ke Teluk Bayur.

Akses dari Sumatera Utara juga relatif mudah melalui Kabupaten Mandailing Natal yang hanya berjarak 3 kilometer dari perbatasan.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, studi dan survei pendahuluan ini diharapkan menjadi landasan penting dalam mempercepat realisasi proyek strategis nasional ini, yang diharapkan akan memperkuat konektivitas dan daya saing daerah.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.