Kabupaten SolokPemerintah

PNM dan Pemkab Solok Kelola Sampah Bernilai Ekonomi Bersama Nasabah Mekaar

48
×

PNM dan Pemkab Solok Kelola Sampah Bernilai Ekonomi Bersama Nasabah Mekaar

Sebarkan artikel ini

Solok – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pemerintah Kabupaten Solok menggagas kolaborasi pengelolaan sampah terpadu yang menyasar pemberdayaan nasabah Mekaar. Inisiatif ini bertujuan mengubah limbah rumah tangga menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus menekan tumpukan sampah di kawasan wisata.

Lonjakan aktivitas masyarakat dan keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir di Sumatera Barat menjadi pemicu utama langkah strategis ini. Pemerintah daerah memandang perlunya solusi berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif warga di tingkat akar rumput.

Wakil Bupati Solok, Chandra, menegaskan bahwa sinergi dengan PNM menjadi kunci untuk menciptakan sistem pengelolaan yang produktif. Ia berharap program ini tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga.

“Kami ingin mengelola sampah di lingkungan masyarakat agar bernilai ekonomis. Kolaborasi dengan PNM diharapkan mampu mewujudkan impian tersebut sekaligus membantu ekonomi masyarakat,” ujar Chandra, Rabu (12/8/2026).

Chandra menaruh kepercayaan besar pada rekam jejak PNM dalam mendampingi kelompok usaha mikro. Pendekatan pemberdayaan yang selama ini dilakukan perusahaan dinilai sebagai modal kuat untuk mengubah paradigma sampah dari limbah menjadi sumber penghasilan.

Menanggapi rencana tersebut, Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Julius, menyatakan pihaknya kini tengah menggodok tahap awal program melalui pemetaan wilayah. Fokus utama adalah mengidentifikasi kelompok nasabah yang memiliki kesiapan infrastruktur dan potensi untuk menjadi bagian dari proyek percontohan.

“Kami akan melihat potensi di masing-masing wilayah dan memetakan kelompok nasabah yang siap terlibat. Harapannya, pilot project ini nantinya tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Hendra.

Skema kerja sama ini nantinya akan mencakup edukasi pemilahan sampah, pendampingan intensif bagi kelompok masyarakat, hingga dukungan infrastruktur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Jika berhasil, model ini bakal direplikasi sebagai solusi holistik yang memadukan kelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi keluarga.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.