KampusKota Padang

BPJS Ketenagakerjaan dan Unand Integrasikan Kurikulum Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

39
×

BPJS Ketenagakerjaan dan Unand Integrasikan Kurikulum Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa, sebagai calon tenaga kerja di sektor formal maupun informal, perlu memahami hak dan perlindungan mereka sejak dini.

Padang – BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Universitas Andalas untuk memasukkan kurikulum jaminan sosial ke dalam materi perkuliahan. Langkah strategis ini dilakukan guna membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai perlindungan kerja sebelum mereka terjun ke dunia profesional.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, dan Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, meresmikan kolaborasi tersebut melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Padang, Rabu (6/8/2026). Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

Saiful menekankan bahwa kesadaran akan jaminan sosial tidak boleh baru muncul saat seseorang sudah bekerja. Mahasiswa, sebagai calon tenaga kerja di sektor formal maupun informal, perlu memahami hak dan perlindungan mereka sejak dini.

“Anak-anak mahasiswa ini kan nanti calon pekerja. Tentunya mereka harus tahu bahwa bekerja formal, informal, maupun berusaha sendiri tetap akan menjadi bagian dari perlindungan pekerja. Jadi dari awal mereka harus sudah paham,” ujar Saiful.

Sebagai langkah awal, 1.500 mahasiswa Universitas Andalas yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) kini telah terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan berharap para mahasiswa tersebut tidak sekadar menjadi peserta, tetapi juga berperan sebagai agen literasi bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sangat krusial bagi mahasiswa.

“Kolaborasi ini membekali mahasiswa agar memahami perlindungan ketenagakerjaan, baik saat mereka nanti menjadi pekerja maupun pemberi kerja,” jelas Efa.

Selain materi kelas, kemitraan ini membuka akses magang bagi mahasiswa di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kesempatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari langsung praktik penyelenggaraan jaminan sosial di lapangan.

Program ini menjadi bagian dari agenda besar BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan peserta melalui ekosistem pendidikan. Harapannya, penguatan literasi sejak bangku kuliah mampu menekan hambatan edukasi bagi pekerja informal di masa depan sekaligus mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.