Kabupaten DharmasrayaPeristiwaSumatera Barat

BKD Dharmasraya Genjot PAD 2026 hingga Rp176 Miliar

206
×

BKD Dharmasraya Genjot PAD 2026 hingga Rp176 Miliar

Sebarkan artikel ini
Foto : Kominfo

Pulau Punjung – Badan Keuangan Daerah (BKD) Dharmasraya terus mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini untuk mendukung pembangunan dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Kepala BKD Dharmasraya, Marten Yunus, menyebut target PAD tahun ini sekitar Rp176 miliar, naik dari target awal sekitar Rp156 miliar.

Pada triwulan pertama, realisasi PAD ditargetkan sekitar Rp7,5 miliar lebih. Namun, capaian yang diraih tembus lebih dari Rp13 miliar atau meningkat 26,10 persen dari target awal 15 persen.

“Kita yakin realisasi PAD pada 2026 ini bakal tercapai maksimal, dan diyakini bisa melebihi target,” kata Marten, Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan, BKD akan terus mendorong pemungutan pajak dan retribusi, sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam sistem administrasi keuangan.

Menurut Marten, BKD juga memperkuat basis data wajib pajak agar lebih akurat dan terintegrasi serta melakukan jemput bola ke lapangan.

Dengan data yang valid, BKD dapat mengidentifikasi potensi pendapatan yang belum tergali maksimal dan memperketat pengawasan kepatuhan wajib pajak guna meminimalkan kebocoran pendapatan.

Digitalisasi layanan menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan PAD.

Melalui sistem pembayaran online dan aplikasi berbasis elektronik, masyarakat dapat bertransaksi lebih mudah, cepat, dan transparan.

BKD juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak daerah bagi pembangunan.

Marten menambahkan, partisipasi masyarakat diharapkan semakin tinggi seiring meningkatnya kesadaran publik dalam membayar pajak.

“Di sisi lain, inovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru terus dilakukan. Dari berbagai langkah tersebut, BKD optimistis target PAD dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan PAD tidak hanya berdampak pada stabilitas keuangan daerah, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.