Payakumbuh – Kesehatan sering kali terasa berharga justru ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang tidak pernah direncanakan. Bagi Rahmad Hidayat warga asal Kota Payakumbuh, pengalaman menjalani perawatan akibat kecelakaan hingga mendampingi dua kali persalinan sang istri membuatnya memahami bahwa jaminan kesehatan adalah bentuk perlindungan ketika risiko datang tanpa aba-aba.
Rahmad telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak delapan tahun yang lalu. Awalnya, ia mengaku belum sepenuhnya memahami pentingnya mempertahankan kepesertaan JKN tetap aktif. Baginya, JKN sempat dipandang sebatas program yang diwajibkan negara.
Namun, pandangan tersebut berubah ketika Rahmad mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas yang membuatnya harus menjalani rawat inap selama dua belas hari. Dalam kondisi tersebut, perhatian Rahmad dan keluarga sepenuhnya tertuju pada proses penyembuhan, sementara biaya pelayanan kesehatan dijamin melalui Program JKN.
“Jujur, sejak awal terdaftar sebagai peserta JKN, saya belum memahami betul pentingnya kepesertaan JKN ini. Namun, setelah saya menggunakannya untuk biaya berobat akibat kecelakaan tunggal lalu lintas, saya tersadar jika JKN membantu meringankan beban finansial peserta agar tidak jatuh miskin,” ungkap Rahmad.
Selama menjalani perawatan hingga kontrol pasca kecelakaan, Rahmad mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Pengalaman tersebut membuatnya semakin bersyukur telah memiliki perlindungan kesehatan.
“Hingga hari ini saya tidak pernah dipungut biaya sepersen pun untuk biaya berobat. Mulai dari proses rawat inap dan kontrol pasca kecelakaan dulu, semua biayanya dijamin. Tentunya, saya sangat terbantu dan bersyukur Program JKN ini hadir dalam hidup saya,” tambah Rahmad.
Bagi Rahmad, manfaat JKN tidak berhenti ketika menghadapi kecelakaan. Program tersebut juga hadir dalam dua momen penting dalam kehidupan keluarganya, yakni saat kelahiran anak pertama dan anak kedua. JKN dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama kehamilan hingga proses persalinan.
Kehadiran JKN tersebut membuat Rahmad dan istrinya dapat lebih fokus mempersiapkan kelahiran buah hati tanpa dihantui kekhawatiran mengenai biaya persalinan.
“JKN sudah dua kali menemani kami sekeluarga untuk menyambut sang buah hati, dari persalinan anak pertama hingga anak kedua. Mulai dari biaya kontrol kehamilan hingga biaya persalinan di fasilitas kesehatan, semuanya ditanggung JKN. Sangat meringankan,” kata Rahmad.
Pengalaman berulang tersebut juga membentuk keyakinan Rahmad bahwa kepesertaan JKN aktif merupakan bagian penting dari perencanaan keluarga. Menurut dia, seseorang tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ia pun mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjadi peserta JKN. Rahmad mengatakan tidak pernah merasakan adanya perbedaan perlakuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
“Bagi saya kualitas layanan JKN itu sangat bagus dan memuaskan. Kami sekeluarga tidak pernah kecewa selama memanfaatkan JKN untuk berobat dan tidak ada perbedaan layanan.
Kami pun tidak pernah mengira jika peserta JKN diperlakukan sangat istimewa,” ujar Rahmad. Keramahan dan kesigapan petugas turut menjadi nilai tambah bagi Rahmad. Ia menilai pelayanan yang mudah dipahami membuat peserta merasa lebih nyaman ketika membutuhkan bantuan.
“Semua pelayanan yang saya terima sangat baik. Petugas di fasilitas kesehatan ramah, melayani dengan cepat dan prosedur layanannya pun mudah dipahami. Yang paling berkesan bagi saya adalah kesigapan petugas BPJS Kesehatan saat membantu kendala administrasi JKN saya,” tutur Rahmad.
Jika dibandingkan dengan kemungkinan yang harus dihadapi tanpa JKN, Rahmad menyadari beban keluarga bisa jauh lebih berat. Tetapi dengan hadirnya JKN, ia tidak perlu mengalihkan perhatian dari pemulihan untuk mencari biaya pengobatan.
“Saat melihat perjuangan istri saya melahirkan, hal yang terlintas di pikiran saya adalah terima kasih JKN sudah membantu melengkapi momen kebahagiaan kami. Hari itu, saya merasa tenang dan tidak khawatir oleh persoalan biaya karena sudah ada JKN,” ucap Rahmad.
Rahmad berharap Program JKN terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk menyadari pentingnya jaminan kesehatan.
“Jangan tunggu sakit baru merasa JKN itu penting. Selagi kita sehat, justru saat itulah kita harus mempersiapkan perlindungan untuk diri dan keluarga. Harapan saya, JKN terus ada dan semakin baik, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya dan bisa fokus pada proses pengobatan,” tutup Rahmad. (Ikhlasul Ihsan)






